eksposisiborneo.com, Kubar: Sejumlah cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengaku tidak mengetahui adanya rencana aksi damai di GOR Desnan Sendawar pekan depan.
Ketua KONI Kubar, Agus Herawan, mengatakan enam cabor yang disebut-sebut akan ikut aksi memastikan nama mereka dicatut tanpa persetujuan. Ia sendiri baru mengetahui adanya agenda tersebut setelah membaca pemberitaan di media, sehingga langsung menghubungi cabor yang tercantum.
“Ternyata ada cabor yang namanya dicatut seperti Petanque, Pertina, FORKI, Wushu, Pickleball dan Muaythai. Sudah saya konfirmasi dan mereka bukan menjadi bagian dalam aksi tersebut,” kata Agus Herawan, Rabu (3/12/2025).
Agus menegaskan, klarifikasi ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lingkungan olahraga Kutai Barat. Ia memastikan KONI selalu terbuka bagi seluruh cabor yang ingin menyampaikan persoalan, saran, maupun masukan.
“Sebagai ketua KONI, saya selalu membuka ruang komunikasi secara terbuka dan transparan. Jika ada hal yang ingin dibicarakan, cukup datang bersilaturahmi dan bermusyawarah. Itu adat kita sebagai masyarakat Kutai Barat,” ujarnya.
Isu pencatutan nama itu juga menyeret Jamil Burhan, yang dalam pemberitaan disebut sebagai Ketua Kickboxing. Menurut Agus, berdasarkan data resmi KONI, ketua Kickboxing Kubar, masih dijabat Arjan.
“Jadi kegiatan yang membawa nama kickboxing tersebut, apakah betul persetujuan ketuanya,” ujar Agus.
Ia juga menjelaskan bahwa distribusi anggaran kepada cabor selama ini berjalan sesuai mekanisme hibah pemerintah daerah. Untuk itu, ia berharap setiap cabor proaktif menjalin komunikasi, termasuk soal penyusunan anggaran dan perencanaan kegiatan.
“Namun sampai saat ini, masih ada cabor yang tidak menjalin komunikasi sejak saya dilantik pada Agustus 2025, termasuk Kickboxing,” ucapnya.
Enam Cabor Akui Namanya Dicatut
Dari pihak cabor, sejumlah ketua memberikan keterangan serupa. Ketua Pertina Kubar, Mona, menegaskan bahwa pihaknya tengah fokus pada keberangkatan menuju BK Porprov Kaltim dan tidak terlibat dalam rencana aksi tersebut.
“Saya kaget nama Pertina masuk. Kami besok berangkat BK dan bisa dipastikan Pertina tidak ikut dalam kegiatan tersebut,” ujarnya.
Ketua Petanque, Adhe Risli, juga mengaku tidak pernah dihubungi terkait aksi yang dimaksud.
“Saya kaget cabor saya ada, sementara belum ada konfirmasi ke saya. Saya baru tiba di Kubar dan besok sudah janji bertemu Ketua KONI untuk membahas BK tanggal 13-17 Desember nanti,” jelasnya.
Demikian juga Bendahara FORKI, Ricardus Jimmy. Ia mengatakan hanya dihubungi untuk mendengarkan rencana aksi, bukan menyatakan ikut serta.
Jika pun ada persoalan, lanjut Jimmy, FORKI mengutamakan komunikasi dan musyawarah, bukan aksi demo. terlebih pihaknya memang belum sempat bersilaturahmi dengan Ketua KONI yang baru.
“Bukan tidak mau, tapi memang belum ada waktu kami untuk menghadap beliau. Ya itu lah, ketemu saja belum, sudah mau aksi saja, kan tidak begitu juga,” katanya.
Ketua Muaythai, Nanag Suharna, juga mengaku baru mengetahui adanya rencana tersebut setelah ramai di media sosial dan pemberitaan.
“Seharusnya ada pemberitahuan dulu. Jangan sampai hal ini jadi bumerang bagi kami,” ujarnya.
Ia memastikan persoalan anggaran BK Porprov Kaltim sudah ditangani bersama Ketua KONI, termasuk langkah-langkah solusi untuk atletnya yang sedang bertanding pada BK Porprov Kaltim di Bontang.
Sementara itu, Ketua Wushu, Suhartoyo, menyampaikan bahwa organisasinya mendukung penyampaian aspirasi secara positif, namun belum pernah menyatakan ikut serta dalam aksi.
“Whusu belum ada pernyataan resmi, ikut atau tidak. Prinsipnya, kami mendukung teman-teman cabor lain sepanjang itu positif untuk kepengurusan KONI yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Adapun Pickleball, kata Ketua KONI Kubar, Agus Herawan mengaku sudah menjalin komunikasi langsung dan mereka memastikan tidak pernah memberikan konfirmasi dan tidak terlibat dalam isu aksi tersebut. (eb/002)


