Bahu Jalan Proyek Puluhan Miliar di Tering Amblas, Kualitas Pengerjaan Disorot Warga

By eksposisi borneo Apr 18, 2026
9
Jalan Amblas
Belum Lama Dinikmati Warga, Jalan Tering-Ujoh Bilang yang Ditangani PUPR-PERA Kaltim Nyaris Amblas. (foto.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar – Kerusakan terjadi pada ruas jalan semenisasi Tering-Ujoh Bilang di Kampung Kelian Dalam, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Pada bagian bahu jalan sepanjang kurang lebih 15 meter, terlihat amblas disertai retakan memanjang yang cukup mengkhawatirkan pengguna jalan.

Kondisi tersebut diketahui telah terjadi sekitar dua bulan terakhir. Padahal, proyek jalan ini tergolong baru selesai dikerjakan dan mulai difungsikan pada tahun 2025, setelah proses pengerjaan yang dimulai 2024 lalu.

Ruas jalan ini merupakan bagian dari proyek pembangunan yang berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kaltim, dengan nilai anggaran mencapai Rp32,9 miliar.

Jalan Rusak

Pekerjaan tersebut tercatat dalam proyek Pembangunan Jalan Tering-Ujoh Bilang 1 dengan Nomor Kontrak: 000.3.3/32/PPKom-BM/ADD-01/TRG.UJHBLG1, yang dilaksanakan oleh PT Prancis Nur.

Kerusakan yang terjadi dalam waktu relatif singkat memunculkan sorotan dari masyarakat. Warga menilai kondisi ini tidak seharusnya terjadi pada proyek infrastruktur yang baru saja rampung.

“Masih sekitar satu tahun rampung dikerjakan, tapi jalan semenisasi ini sudah amblas,” ujar Johansyah salah satu warga Kubar, Jumat 17 April 2026.

Mutu Pekerjaan Dipertanyakan Warga

Ia menilai, kerusakan tersebut mengindikasikan adanya persoalan pada mutu pengerjaan, terutama pada bagian konstruksi yang dinilai tidak cukup kuat menopang beban.

“Kalau dikerjakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB), tidak mungkin langsung retak dan sampai amblas. Proyek ini diduga dikerjakan asal-asalan,” kata Johan.

Jalan Rusak

Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pihak berwenang. Selain berpotensi membahayakan pengguna jalan, kerusakan juga dikhawatirkan akan semakin meluas jika tidak segera ditangani.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Provinsi Kaltim, Muhammad Muhran, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang beredar.

Ia menyebut, langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta pihak kontraktor untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Mengenai hal ini (kualitas proyek) saya tanyakan dulu ke PPK dan penyedia ya dulu,” singkat Muhran. (eb/002)

BERITA TERKAIT