eksposisiborneo.com, MAHULU – Pengangkutan kebutuhan pokok menuju Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), lewat jalur darat meningkat jelang Festival Hudoq Pekayang 2026.
Terlebih, jalur sungai kini tidak lagi bisa dilalui akibat musim kemarau berkepanjangan, sehingga distribusi barang harus mengandalkan akses darat menuju wilayah tersebut.
Henry, seorang sopir taksi yang melayani perjalanan di wilayah Mahulu mengatakan, belum ada lonjakan penumpang menjelang festival. Namun aktivitas yang lebih terlihat justru pengangkutan kebutuhan pokok, seperti sembako.
“Kalau lonjakan penumpang gk ada, palingan kebutuhan pokok aja, kayak barang sembako gitu,” kata Henry, Jumat (16/10/2026).
Menurut Henry, sejak akses sungai tidak lagi beroperasi beberapa bulan terakhir, angkutan barang kini beralih ke jalur darat. Namun demikian, kondisi jalan membuat kendaraan harus membatasi muatan maksimal guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
“Itu maksimal muatan dua atau tiga ton aja. Lebih dari itu kita gak brani karena akses jalan masih jelek,” ujar Henry.
Keterbatasan muatan tersebut menjadi tantangan dalam distribusi kebutuhan pokok menuju Long Pahangai. Pengangkutan barang harus menyesuaikan kapasitas kendaraan dan kondisi jalan yang dilalui.
Hudoq Pekayang Digelar 20-22 Oktober
Festival Hudoq Pekayang dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Oktober 2026 di Kampung Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai.
Kegiatan ini mengusung tema “Hudoq Pekayang: Antara Manusia, Alam dan Tradisi” sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil bumi dan proses menugal atau menanam padi.
Festival tersebut ditargetkan menarik sekitar 3.000 pengunjung, di luar kontingen dari 13 kampung. Dengan adanya kegiatan tersebut, ketersediaan kebutuhan pokok menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan festival. (eb/03)


