eksposisiborneo.com, MAHULU – Warung Bening Mahakam di Long Pahangai, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), mengandalkan harga terjangkau untuk menarik minat pembeli.
Usaha kuliner milik keluarga Nita Silvina ini, baru saja beroperasi pada Kamis 15 Oktober 2026, dengan modal awal sekitar Rp20 juta.
Berlokasi di RT 01 Long Pahangai I, warung tersebut menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman, mulai dari nasi campur, bakso, ayam geprek, aneka kue, camilan, hingga minuman dingin.
Dikonfirmasi, Nita menyebut, harga minuman di Warung Bening Mahakam ditawarkan mulai Rp3.000 hingga Rp15.000, sedangkan camilan dijual dengan kisaran Rp5.000 sampai Rp15.000.
Penetapan harga tersebut menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan produk dengan kemampuan belanja masyarakat setempat.
“Sejak di buka kemarin, alhamdulillah sudah ada pembeli. Pasokan bahan makanan dan barang dagangan juga terus kita tambah,” kata Nita, Jumat (16/10/2026).
Nita mengatakan, menjaga harga tetap terjangkau menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan usaha kuliner di Long Pahangai. Menurutnya, masyarakat cenderung kurang berminat jika harga makanan terlalu mahal.
“Jadi kami berusaha menyediakan makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Selain menjaga harga jual, ketersediaan bahan baku juga menjadi perhatian. Pasokan sembako dan sayuran dengan harga yang lebih murah dinilai dapat membantu pedagang kecil menekan biaya belanja.
Berharap Pembangunan Jalan Darat Segera Direalisasikan
Untuk mendukung usahanya tetap berjalan lancer, Nita berharap agar pemerintah memberikan dukungan dan perhatian terhadap transportasi darat, sehingga distribusi bahan makanan menuju Long Pahangai lebih lancar.
“Kalau transportasi darat lancar, pasokan sembako dan sayuran bisa lebih mudah didapat dan biaya belanja juga bisa lebih murah,” katanya.
Bagi pelaku usaha kecil di Long Pahangai, kondisi jalan tanah menjadi tantangan dalam mendapatkan pasokan bahan baku. Saat musim hujan, jalan semakin sulit dilalui, sementara pada musim kemarau pun akses darat masih tidak mudah dilintasi.
Karena itu, perbaikan akses transportasi jalan di wilayah perbatasan tersebut sangat diharapkan, karena dapat memperlancar pasokan sembako dan sayuran, sekaligus menekan biaya belanja pedagang. (eb/03)


