Langsung Tancap Gas, Alsiyus Segera Bawa Keluhan Cabor ke DPRD Kubar

By eksposisi borneo Mei 11, 2026
81
KONI Kubar
Ketua KONI Kubar terpilih, Alsiyus. (foto.eb/Lie)

eksposisiborneo.com, Kubar – Baru terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) periode 2025-2029, Alsiyus langsung bergerak cepat memperjuangkan nasib cabang olahraga dan atlet daerah.

Langkah awal yang dilakukan yakni segera membangun komunikasi dengan Pemerintah Daerah, DPRD hingga perusahaan-perusahaan swasta guna memperkuat dukungan terhadap dunia olahraga di Kubar.

“Untuk mengawali kepemimpinan saya sebagai Ketua KONI, tentu segera menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah,” kata Alsiyus, Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan, dukungan sektor swasta juga sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan olahraga di Kubar, terutama dalam pembinaan atlet dan pemenuhan kebutuhan cabang olahraga.

Tak hanya itu, KONI Kubar, bahkan telah mengambil langkah konkret dengan mengajukan permohonan hearing bersama DPRD Kubar untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini dihadapi cabang olahraga dan atlet.

“Lewat sekretaris KONI, tadi sudah bersurat agar dilakukan hearing dengan DPRD Kubar,” ucapnya.

KONI Kubar
Ketua Kick Boxing, Alsiyus, Terpilih Secara Akalamasi sebagai Ketua KONI Kubar menggantikan Agus Herawan, periode 2025-2029. (foto.eb/Lie)

Momentum Penting Agar di Ketahui Wakil Rakyat

Menurut Alsiyus, hearing tersebut menjadi momentum penting agar wakil rakyat mengetahui kondisi riil olahraga daerah, termasuk kebutuhan atlet dan cabang olahraga yang selama ini dinilai belum maksimal mendapat perhatian.

“Memang harus ada campur tangan pemerintah yang cukup kuat untuk membangun olahraga daerah, termasuk peran serta DPRD,” katanya.

Ia menilai olahraga saat ini tidak lagi sekadar aktivitas kompetisi, tetapi sudah berkembang menjadi industri yang membutuhkan dukungan anggaran serius dan berkelanjutan.

Karena itu, jika olahraga telah menjadi industri, maka perhatian terhadap kesejahteraan atlet juga harus menjadi prioritas, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi hingga pembinaan jangka panjang.

“Kalau sudah menjadi industri tentu harus disupport dengan dana yang cukup, termasuk gizi atlet juga harus cukup. Artinya semua harus dibicarakan dan itu harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Alsiyus.

Bahas Bonus Atlet Kubar

Menurutnya, salah satu poin yang nantinya akan disampaikan dalam hearing tersebut yakni terkait perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan atlet, termasuk kepastian bonus bagi peraih medali Porprov.

KONI Kubar
Alsiyus bersama Pengrurus Cabor di Kutai Barat. (foto.eb/Lie)

Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur di Kabupaten Paser pada November mendatang, Alsiyus meminta pemerintah daerah segera mengumumkan besaran bonus atlet peraih medali.

“Itu bentuk perhatian nyata yang ingin kita berikan. Makanya kita minta DPRD harus bersepakat dengan pemerintah, menaikkan berspa bonus atlet. Nanti diumumkan, Emas berapa, perak berapa dan perunggunya berapa,” kata Alsiyus.

Jadi Motivasi Atlet

Ia menilai kepastian bonus menjadi motivasi besar bagi atlet yang telah berjuang membawa nama Kutai Barat di tingkat provinsi.

“Atlet kita bekerja keras, mewakili Kutai Barat dan mengharumkan nama daerah. Jadi wajar kalau mereka mendapatkan reward karena mereka tidak digaji per bulan,” ujarnya.

Menurutnya, bonus atlet bukan hanya soal nominal, tetapi juga bentuk penghargaan dan harga diri daerah di mata kontingen lain.

“Jangan sampai bonus atlet kita rendah lalu membuat atlet kita malu di depan atlet lain dari luar, karena ini sudah persoalan harga diri Kutai Barat,” ucap Alsiyus. (eb/LIE)

BERITA TERKAIT