Kampung Kelumpang Jadi Andalan Perikanan Kutai Barat

By eksposisi borneo Jun 29, 2026
222
Perikanan
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disgagkop dan UKM) Kubar, Uji Rinjani. (foto.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar – Kampung Kelumpang, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), merupakan salah satu sentra perikanan air tawar unggulan di daerah.

Didukung kondisi alam yang dikelilingi danau, sungai, dan rawa, kampung tersebut mampu memproduksi ikan hingga 12 ton per bulan dan menjadi pemasok bagi sejumlah wilayah di Kubar hingga Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kubar per Juni 2026, total produksi ikan di Kampung Kelumpang, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, berkisar antara 8 hingga 12 ton per bulan.

Produksi tertinggi terjadi saat musim hujan hingga awal kemarau yang mencapai 10-12 ton per bulan, sedangkan pada musim normal berkisar 6-8 ton. Saat kemarau panjang, produksi menurun menjadi sekitar 4-5 ton per bulan.

Sekitar 70 persen produksi tersebut berasal dari hasil tangkapan alami di Danau Kelumpang dan sungai-sungai di sekitarnya, dengan jenis unggulan seperti lele limbat, baung, lais, seluang, dan puyu.

Sementara sekitar 30 persen lainnya berasal dari budidaya kolam dan keramba yang menghasilkan ikan nila, patin, dan lele.

Jadi Alasan Pengembangan Hilirisasi Peroduk Perikanan

Berkaitan hal itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disgagkop dan UKM) Kubar, Uji Rinjani, mengatakan besarnya potensi perikanan di Kampung Kelumpang menjadi alasan pemerintah memilih kampung tersebut sebagai lokasi pengembangan hilirisasi produk berbahan dasar ikan.

“Sekarang mereka sudah mampu mengolah berbagai jenis kue yang disesuaikan dengan permintaan pasar, setelah beberapa hari kami gelar pelatihan di Kampung Kelumpang,” kata Uji Rinjadi, Senin (29/6/2026).

Lanjutnya, selain dipasarkan dalam bentuk ikan segar, sebagian hasil produksi masyarakat juga diolah menjadi ikan asap, ikan kering, dan ikan asin dengan volume sekitar dua ton setiap bulan.

Seluruh hasil tersebut dipasarkan ke berbagai wilayah, mulai dari ibu kota kecamatan hingga pusat pemerintahan di Sendawar, Melak, Barong Tongkok, bahkan menjangkau Kota Samarinda.

Jadikan Kampung Kelumpang Pusat Industri  Olahan Ikan

Dalam dua tahun terakhir, produksi ikan di Kampung Kelumpang juga mengalami peningkatan sekitar 25 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh pembinaan kepada kelompok nelayan, pengembangan teknik budidaya, serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.

“Waktu pelatihan itu, peserta dibekali berbagai keterampilan mulai teknik pengolahan bahan baku, pembuatan produk, pengemasan menarik, hingga strategi pemasaran yang efektif. Hasil pelatihan yang dilanjutkan dengan usaha olahan ikan ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian dan memperkuat sektor usaha mikro,” ucapnya.

Melihat potensi tersebut, kata Rinjadi, Pemkab Kutai Barat berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan hilirisasi hasil perikanan di Kampung Kelumpang.

Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat, memperluas pasar, dan secara khusus menjadikan kampung tersebut sebagai salah satu pusat industri olahan ikan di Bumi Tanaa Purai Ngerimaan. (Adv/eb/002)

BERITA TERKAIT