eksposisiborneo.com, Kubar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) memastikan, kelanjutan pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) saat ini terus berproses.
Sejumlah tahapan strategis tengah berjalan, mulai dari penyesuaian harga material hingga pendampingan hukum guna memastikan kelanjutan proyek tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan.
Bupati Kubar, Frederick Edwin, mengatakan progres persiapan pembangunan Jembatan ATJ menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah daerah saat ini fokus menyelesaikan sejumlah tahapan teknis dan administratif sebelum proyek memasuki tahap pelaksanaan lanjutan.
“Saat ini, dalam proses penyesuaian kenaikan harga material dan tahap-tahap memperoleh pendapat pendampingan hukum yang progresnya sangat baik,” kata Frederick Edwin saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting agar pelaksanaan pembangunan Jembatan ATJ dapat berjalan optimal, baik dari sisi teknis konstruksi maupun aspek legalitas. Pemerintah daerah juga berupaya memastikan seluruh proses berjalan hati-hati dan akuntabel.
Tak hanya fokus pada pembangunan utama jembatan, Pemkab Kubar juga menaruh perhatian pada penyelesaian infrastruktur pendukung lainnya agar manfaat proyek dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat.
“Niat kita menyelesaikan infrastruktur bangunan lainnya juga,” ujarnya.
Buka Akses Lebih Efisien Menuju Kukar hingga Samarinda
Jembatan ATJ merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis di Kutai Barat yang membentang di atas Sungai Mahakam di wilayah Melak. Secara fisik, jembatan ini menghubungkan Kecamatan Melak dengan Kecamatan Mook Manaar Bulatn.
Namun secara strategis, keberadaan jembatan ini tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah di Kubar, tetapi juga diproyeksikan membuka akses transportasi yang lebih efisien menuju wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) hingga Samarinda.
Kehadiran ATJ diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai bentuk keseriusan melanjutkan proyek tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar melalui APBD 2025 untuk redesain atau penyusunan Detail Engineering Design (DED) Jembatan ATJ.
Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan skema pembiayaan pembangunan fisik Jembatan ATJ, sebagai langkah percepatan penyelesaian proyek infrastruktur strategis yang telah lama dinantikan masyarakat Kutai Barat. (Adv/eb/002)


