eksposisiborneo.com, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), mendorong penguatan kerja sama dengan Sarawak, Malaysia, untuk membuka peluang perdagangan, pendidikan, pariwisata, dan hubungan antarmasyarakat.
Hal itu dibahas ketika Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menerima kunjungan Konsul Malaysia yang baru untuk Kalimantan Barat, Ilham Juhri, pada Jumat (9/10/2026).
Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk melanjutkan kerja sama yang telah terjalin sekaligus membahas potensi baru di wilayah yang memiliki kedekatan geografis dan ekonomi.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kalimantan Barat, kami mengucapkan selamat datang kepada Tuan Ilham Juhri. Kami berharap kehadiran Tuan dapat semakin mempererat hubungan persaudaraan antara Kalbar dengan Malaysia yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” kata Ria Norsan.
Ria juga menyoroti posisi strategis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Sarawak.
“Kalbar adalah beranda depan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Sarawak. Banyak kerja sama yang dapat terus kita tingkatkan, mulai dari perdagangan lintas batas, konektivitas, pendidikan, pariwisata, hingga berbagai isu strategis di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Sejumlah pintu perbatasan, termasuk Aruk, Entikong, dan Badau, memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lintas negara.
Konsul Malaysia, Ilham Juhri menyampaikan, kerja sama dapat diperkuat melalui fasilitasi perdagangan, pendidikan, dan hubungan masyarakat. Ia juga berencana mengunjungi sejumlah kawasan perbatasan untuk melihat kondisi lapangan secara langsung.
“Semoga penguatan hubungan bilateral ini membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat,” ucapnya.
Namun demikian, manfaat ekonomi akan bergantung pada kelancaran konektivitas, kemudahan layanan lintas batas, dan kemampuan pelaku usaha lokal memanfaatkan pasar yang tersedia. (eb/006/Antara)


