eksposisiborneo.com, Kubar – Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat tali silaturahmi serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian Dialog Kebangsaan yang menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia di Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Edwin, nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat di Kutai Barat yang memiliki keberagaman suku, adat, dan agama.
“Mari kita memperkuat tali silaturahmi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa,” kata Edwin.
Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat berkomitmen menjaga keamanan, kedamaian, dan kondusivitas wilayah Kutai Barat.
Menurutnya, penguatan moderasi beragama menjadi salah satu kunci dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Karena itu, peran semua pihak dibutuhkan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Mari kita jadikan nilai-nilai keagamaan sebagai motor penggerak gotong royong dalam pembangunan daerah,” ujar Edwin.
Melalui Dialog Kebangsaan tersebut, ia berharap masyarakat dapat semakin memahami pentingnya persatuan serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai penguat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, keberagaman yang dimiliki Kubar diharapkan terus menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah yang aman, damai, dan berkelanjutan. (Adv/Diskominfo Kubar)


