eksposisiborneo.com, Kubar – Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin menitipkan empat pesan strategis kepada seluruh peserta Musyawarah Pelayanan Nasional (MUPELNAS) Ke-4 Gereja Pantekosta Serikat Indonesia (GPSI) 2026.
Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan yang dibacakan Plt Asisten III Setkab Kubar, Mobilala, saat pembukaan forum nasional, yang digelar di Hotel Sidodadi, Sendawar, Selasa (14/7/2026).
Pertama adalah menjadikan MUPELNAS sebagai momentum evaluasi sekaligus penyusunan strategi pelayanan gereja yang mampu menjawab perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat.
Kedua menekankan pentingnya menjaga persatuan dengan mengesampingkan ego sektoral di tengah keberagaman bangsa agar pelayanan gereja semakin berdampak bagi kehidupan sosial masyarakat.
Selanjutnya, Bupati berharap GPSI memperluas peran pelayanan melalui pemberdayaan ekonomi jemaat, seperti pengembangan sektor pertanian, peternakan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Terakhir menyoroti pentingnya peran gereja sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memperkuat toleransi antarumat beragama.
“Saya mengajak seluruh jemaat dan pengurus GPSI untuk menjadi agen kedamaian. Mari bersama-sama menjaga toleransi, kerukunan antarumat beragama, serta keamanan dan ketertiban di wilayah kita,” ucap Mobilala, membacakan sambutan bupati.
Ia berharap keempat pesan tersebut menjadi pedoman bagi peserta MUPELNAS dalam menyusun berbagai keputusan yang mampu memperkuat pelayanan gereja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kehidupan bermasyarakat. (Adv/Diskominfo Kubar)


