Mahulu Kaji Pengolahan Sampah Menjadi Biodiesel

By eksposisi borneo Jul 24, 2026
447
Biodiesel
Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk. (eb)

eksposisiborneo.com, Mahulu – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), mulai mengkaji pemanfaatan sampah menjadi biodiesel sebagai salah satu alternatif pengelolaan limbah sekaligus mendukung kebutuhan energi di daerah.

Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, mengatakan inovasi tersebut masih dalam tahap penjajakan bersama Tim Penggerak PKK. Menurutnya, pemerintah daerah tengah mempelajari sejumlah daerah yang telah lebih dulu menerapkan teknologi serupa.

“Kalau memang tidak bisa dijadikan paving block, kita coba jadikan biodiesel. Itu masih kita coba lagi dan belajar dari mereka supaya bahan yang ada ini bisa dipakai,” kata Suhuk, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemkab Mahulu pernah memanfaatkan sampah sebagai bahan baku pembuatan paving block melalui kerja sama dengan sejumlah pihak. Namun, keterbatasan pasokan bahan baku membuat pengembangan program tersebut belum dapat dilakukan dalam skala besar.

“Memang sudah ada yang dulu kita kembangkan, khususnya seperti paving block. Tapi karena bahan baku kita agak sedikit, tidak bisa terpenuhi dalam skala besar, akhirnya kita coba teliti lagi bersama PKK,” ujarnya.

Diharap Jadi Solusi Pemenuhan Kebutuhan BBM

Menurut Suhuk, informasi yang diperoleh pemerintah daerah menunjukkan bahwa teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar diesel telah diterapkan di salah satu daerah di Jawa Barat. Pengalaman tersebut akan menjadi referensi bagi Mahulu dalam mengembangkan inovasi serupa.

“Kalau tidak salah itu sudah dipraktikkan di Jawa Barat. Ide itu juga dari PKK, dan sekarang masih kita coba pelajari lagi,” ucapnya.

Selain mengurangi volume sampah, pengembangan biodiesel diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Mahakam Ulu, yang selama ini masih menghadapi keterbatasan pasokan serta tingginya harga solar.

“Mudah-mudahan bisa sedikit memenuhi kebutuhan yang ada. Karena keterbatasan BBM kita, apalagi harga solar dan biodiesel sekarang cukup tinggi. Harapannya nanti ini bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Suhuk.

Ia berharap kajian tersebut dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan melalui pengurangan sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan mendukung ketahanan energi di Kabupaten Mahulu. (Adv)

BERITA TERKAIT