eksposisiborneo.com, Mahulu – Peran perempuan di Mahakam Ulu (Mahulu) tidak berhenti pada urusan keluarga. Dari rumah, perempuan ikut menentukan bagaimana karakter, pendidikan, dan masa depan generasi penerus dibentuk, sekaligus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut tercermin dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) ke-102, di Aula Gereja Santo Petrus, Ujoh Bilang, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan itu mempertemukan anggota WKRI, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu.
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, menilai posisi perempuan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas generasi yang akan datang. Banyak sosok yang kemudian menjadi tokoh dan pemimpin berawal dari pendidikan serta keteladanan yang diterima di lingkungan keluarga.
“Semua tokoh hebat itu terlahir dari perempuan. Untuk itu seluruh wanita Mahulu, harus selalu semangat dalam menjadi tauladan dalam keluarga,” ujar Suhuk, usai kegiatan.
Selain itu, ia mengatakan, pendidikan anak dan perlindungan terhadap anak merupakan bagian dari kontribusi besar perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Peran tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia Mahulu.
Perempuan Diharap Berkontribusi Besar Membangun Daerah
Karena itu, momentum HUT WKRI ke-102 tidak hanya dipandang sebagai perayaan organisasi, tetapi juga sebagai ruang untuk kembali menegaskan kontribusi perempuan di tengah masyarakat.
“Melalui HUT WKRI ini, saya berharap perempuan Mahakam Ulu, dapat memberikan kontribusi besar dalam mendukung pembangunan di kawasan perbatasan Kaltim,” kata Suhuk.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menyatakan dukungannya terhadap upaya pemberdayaan perempuan yang dilakukan organisasi kemasyarakatan.
Di wilayah perbatasan, keterlibatan perempuan dinilai semakin penting, bukan hanya dalam membangun keluarga, tetapi juga dalam memperkuat kehidupan sosial dan mendukung arah pembangunan daerah. (Adv)


