Mahulu Dapat Dukungan Alat Berat dari Pemprov Kaltim Atasi Jalan Putus

By eksposisi borneo Agu 14, 2026
231
Wakil Bupati Mahulu
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk. (eb)

eksposisiborneo.com, Mahulu – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan dukungan alat berat untuk membantu Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), menangani sejumlah ruas jalan yang mengalami putus dan mengganggu akses masyarakat.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari penanganan jangka panjang terhadap persoalan infrastruktur yang dihadapi Mahulu. Pemkab Mahulu telah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi untuk membahas langkah penanganan terhadap akses jalan yang terdampak.

Wakil Bupati Mahulu, Suhuk mengatakan, pemerintah provinsi menyatakan kesiapan membantu melalui penyediaan alat berat. Bantuan tersebut diarahkan untuk menangani sejumlah ruas jalan yang putus di Mahulu.

Penanganan terutama menyasar akses yang menghubungkan Kecamatan Long Pahangai hingga Kecamatan Long Apari. Ruas tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi masyarakat di wilayah pedalaman Mahakam Ulu.

“Mereka siap membantu dengan alat berat. Alat berat mereka untuk menanggulangi jalan-jalan kita yang putus, khususnya di Kecamatan Long Pahangai sampai Kecamatan Long Apari,” kata Suhuk, Kamis (14/8/2026).

Menurut Suhuk, dukungan alat berat dari Pemprov Kaltim diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menangani kondisi jalan yang mengalami kendala. Penanganan akses menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

Sangat Membantu di Tengah Kondisi Kemarau

Suhuk menyampaikan apresiasi atas dukungan yang disiapkan Pemprov Kaltim tersebut. Menurutnya, bantuan alat berat sangat berarti bagi Mahulu, terlebih kondisi kemarau saat ini membuat jalur darat semakin dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat.

“Untuk jalur Sungai yang selama ini menjadi andalan Masyarakat, terutama di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, sudah pasti medannya sangat sulit dilalui. Sehingga dengan adanya bantuan alat berat tersebut, sangat membantu untuk memperlancar akses darat yang memang kondisinya masih perlu perhatian,” ujarnya.

Disisi lain, Suhuk menambahkan, kondisi kemarau juga perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama saat melakukan aktivitas berladang. Warga diminta memastikan api benar-benar diawasi agar tidak menimbulkan kebakaran yang dapat memperburuk kondisi di tengah persoalan akses dan kebutuhan masyarakat. (Adv)

BERITA TERKAIT