Enam Kecamatan Kutim Masih Belajar Daring Akibat Asap

By eksposisi borneo Okt 9, 2026
4
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono. (eb/HO-Prokutim)

eksposisiborneo.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai membuka kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka secara bertahap, dengan mempertimbangkan kualitas udara di setiap kecamatan.

Kebijakan tersebut diambil menyusul pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang masih memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono mengatakan, enam kecamatan masih menerapkan pembelajaran daring untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik.

“Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara dari Dinas Kesehatan, sebagai pertimbangan melindungi kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan,” ujar Mulyono di Sangatta, Jumat (9/10/2026).

Tiga kecamatan zona hijau, yakni Sangatta Utara, Sangkulirang, dan Rantau Pulung, diperbolehkan kembali menggelar pembelajaran tatap muka. Sementara sembilan kecamatan zona kuning menerapkan kelonggaran terbatas sesuai jenjang pendidikan.

Enam kecamatan zona merah, yaitu Muara Wahau, Batu Ampar, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, dan Busang, tetap menjalankan pembelajaran jarak jauh hingga kualitas udara memungkinkan sekolah dibuka kembali.

Kebijakan ini menempatkan keselamatan warga sekolah sebagai pertimbangan utama. Pemantauan kualitas udara dan evaluasi berkala diperlukan agar keputusan pembelajaran mengikuti kondisi lingkungan yang sebenarnya. (eb/005/Antara)

BERITA TERKAIT