eksposisiborneo.com, Mahulu – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), mendorong terciptanya lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk berbicara ketika menghadapi persoalan.
Keberanian menyampaikan rasa takut, sedih, maupun ketidaknyamanan dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara sehat dan terlindungi.
Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, mengatakan persoalan yang dialami anak tidak seharusnya dianggap sebagai hal kecil. Anak perlu memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan apa yang dirasakan, baik kepada orang tua, guru, maupun orang dewasa yang dipercaya.
Menurutnya, keterbukaan tersebut penting karena tidak semua persoalan yang dialami anak dapat terlihat dari luar. Karena itu, kemampuan orang dewasa untuk mendengarkan dan memberikan pendampingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya perlindungan anak.
“Jangan memendam rasa takut, sedih, atau ketidaknyamanan yang dialami. Beranilah bercerita kepada orang tua maupun guru agar mendapatkan perlindungan dan pendampingan,” kata Angela Idang Belawan, Minggu (26/7/2026).
Orang Tua Meiliki Peran Penting Membangun Kepercayaan di Rumah
Ela juga mengingatkan, setiap anak tumbuh dengan karakter, bakat, dan kemampuan yang berbeda. Perbedaan tersebut harus ditempatkan sebagai bagian dari keberagaman, bukan menjadi alasan bagi anak untuk merendahkan, mengucilkan, maupun melakukan perundungan terhadap teman.
“Setiap anak memiliki bakat dan kelebihan yang berbeda sehingga tidak boleh saling merendahkan. Sebaliknya, anak-anak perlu saling mendukung dan menyemangati agar dapat berkembang sesuai potensi masing-masing,” ujarnya.
Di sisi lain, orang tua memiliki peran dalam membangun kepercayaan di rumah, sementara guru berperan memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan bebas dari perlakuan yang dapat menghambat perkembangan psikologis maupun sosial anak.
Pencegahan harus dibangun melalui komunikasi, perhatian, dan kepedulian yang berlangsung setiap hari. Anak perlu mengetahui bahwa mereka memiliki tempat untuk meminta bantuan ketika menghadapi persoalan yang tidak mampu mereka selesaikan sendiri.
Dengan lingkungan yang aman dan suportif, setiap anak diharapkan memiliki keberanian untuk mengenali potensinya sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghargai orang lain. (Adv)


