eksposisiborneo.com, Kubar – Berbagai program produktif berbasis kampung terus bergerak di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.
Salah satunya lewat budidaya ayam petelur yang dikembangkan Ormas ketahanan pangan Layung Farm bersama mitra Badan Usaha Milik Kampung (BUMKa). Kerjasama ini tentu menjadi langkah strategis untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya talah menyasar puluhan kampung di Kubar. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 23 ribu ekor ayam petelur telah disebarkan Layung Farm kepada mitra BUMKa di 29 dari 190 kampung di wilayah tersebut.
Pengurus Ormas Layung Farm Kubar, Agus Herawan, mengatakan pengembangan ayam petelur menjadi bagian dari upaya menciptakan kemandirian pangan sekaligus membuka peluang usaha produktif di tingkat kampung.
“Kepada mitra-mitra BUMK di sejumlah kampung, itu sudah ada 23 ribu ekor ayam petelur yang sudah kita sebarkan. Kurang lebih di 29 kampung di Kubar,” kata Agus Herawan, Rabu (24/6/2026).
Menurut Agus, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ketersediaan telur sebagai salah satu kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Dengan pengembangan peternakan ayam petelur berbasis kampung, masyarakat diharapkan mampu membangun usaha berkelanjutan yang dapat menopang pendapatan sekaligus memperkuat sektor pangan lokal.
Agus menegaskan, Layung Farm akan terus mendorong pengembangan program tersebut melalui perluasan kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Jadi program Layung tidak hanya berhenti di sini, tapi akan terus bergerak ke depan,” ujarnya.
Ia berharap program budidaya ayam petelur ini mampu memberi manfaat nyata, baik dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung di Bumi Tanaa Purai Ngerimaan. (eb/002)


