Ekti Imanuel Bantu Wujudkan Gereja Representatif bagi Jemaat GKII Geleo Baru

By eksposisi borneo Jul 22, 2026
454
GKII Geleo Baru
Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GKII Geleo Baru. (eb)

eksposisiborneo.com, Kubar – Penantian panjang jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Geleo Baru, Kampung Geleo Baru, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), akhirnya membuahkan hasil.

Pembangunan gedung gereja yang selama ini menjadi harapan Jemaat GKII Geleo Baru, resmi dimulai setelah Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, melakukan peletakan batu pertama, Rabu (22/7/2026).

Pembangunan gereja tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp4,91 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi, melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) Ekti Imanuel sebagai anggota DPRD Kaltim.

Kehadiran gedung gereja baru diharapkan menjadi pusat pelayanan rohani sekaligus ruang pembinaan sosial bagi masyarakat Geleo Baru.

Bagi Ekti Imanuel, dimulainya pembangunan GKII Geleo Baru, bukan sekadar dimulainya sebuah proyek fisik. Pembangunan rumah ibadah, merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan setiap aspirasi yang diperjuangkan benar-benar memberi manfaat.

“Semoga pembangunan gereja ini selesai tepat waktu, sesuai kontraknya, dan spesifikasinya sesuai dengan RAB. Tentu saya juga berharap konsultan pengawas teliti memberikan rekomendasi kepada kontraktor, dan kontraktor yang mendapatkan proyek ini bekerja dengan baik, supaya hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ekti.

Ketua DPC Partai Gerindra Kubar itu menegaskan, seluruh proses pembangunan harus berjalan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan. Ia juga mengajak jemaat ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

“Kepada jemaat GKII Geleo Baru saya mengucapkan selamat. Mohon doa dan bantu mengawasi proses pembangunan ini supaya kontraktor dapat bekerja dengan baik dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” kata Ekti.

GKII Geleo Baru
Pembangunan Rumah Ibadah GKII Geleo Baru, ditargetkan Rampung selam 140 hari. (eb)

Beri Manfaat Besar Bagi Kehidupan Rohani

Sementara itu, Ketua Daerah Mahakam Kutai Barat (DMKB) GKII, Pdt. Damianus Dedi, menyebut, pembangunan gereja tersebut menjadi jawaban atas kerinduan jemaat yang selama ini menginginkan rumah ibadah yang lebih layak.

Menurutnya, perhatian yang diberikan Ekti Imanuel, melalui perjuangan anggaran tersebut akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan rohani maupun sosial masyarakat.

“Harapan kami gedung ini nantinya memberi manfaat besar bagi jemaat, menjadi pusat pembangunan rohani dan sosial masyarakat, sekaligus menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap gereja dan masyarakat di Geleo Baru,” ucap Damianus.

Gedung GKII Geleo Baru dibangun dengan masa pelaksanaan selama 140 hari kalender dan dirancang mampu melayani sekitar 60 hingga 70 kepala keluarga atau sekitar 250 jiwa jemaat.

Kehadiran gedung baru itu diharapkan mampu menunjang berbagai kegiatan pelayanan, pembinaan, hingga aktivitas kemasyarakatan di Kampung Geleo Baru.

Untuk diketahui, perjuangan Ekti Imanuel, dalam membantu pembangunan rumah ibadah tidak berhenti di GKII Geleo Baru. Melalui pokok-pokok pikirannya, sejak 2023 tercatat sebanyak 221 rumah ibadah di Kabupaten Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu) telah menerima bantuan hibah. Bantuan tersebut mencakup gereja, masjid, dan langgar.

Pada 2024, bantuan kembali disalurkan kepada 64 rumah ibadah, sementara pada APBD Murni 2025 sekitar 93 rumah ibadah kembali diusulkan menerima bantuan dan program tersebut berlanjut pada 2026. (eb/003)

BERITA TERKAIT