eksposisiborneo.com, Mahulu – Pembangunan di Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tidak cukup hanya mengandalkan anggaran, jalan, maupun infrastruktur.
Bagi daerah yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut, suasana aman dan hubungan yang harmonis di tengah masyarakat justru menjadi modal penting, agar setiap program pemerintah benar-benar dapat berjalan dan memberi manfaat.
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, mengatakan keberagaman masyarakat merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Perbedaan latar belakang dan keyakinan, menurutnya, tidak boleh menjadi sumber perpecahan yang menghambat agenda pembangunan daerah.
“Keamanan dan kerukunan menjadi syarat penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di Mahakam Ulu,” kata Suhuk, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga suasana daerah tetap kondusif. Peran aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga warga dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang sehat sekaligus mencegah potensi gesekan di tengah masyarakat.
Hal itu menjadi semakin penting karena Mahulu memiliki karakteristik wilayah perbatasan dengan tantangan pembangunan yang tidak ringan. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat agar berbagai program strategis dapat dilaksanakan tanpa terganggu persoalan sosial maupun keamanan
“Program strategis daerah tidak akan berjalan maksimal jika kondisi sosial tidak kondusif,” ujar Suhuk.
Karena itu, menjaga kerukunan tidak semata-mata menjadi urusan pemerintah atau aparat keamanan. Masyarakat juga memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang saling menghargai, termasuk menjaga toleransi antarumat beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Lanjut Suhuk, Pemkab Mahulu, terus mendorong kolaborasi seluruh unsur masyarakat untuk menjaga ketertiban dan persatuan. Stabilitas sosial dinilai akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah dalam menjalankan pembangunan sekaligus memastikan program yang dirancang dapat dirasakan masyarakat. (Adv)


