Kutim Dorong Pelestarian Budaya Nusantara sebagai Modal Pembangunan

By eksposisi borneo Jun 22, 2026
158
Budaya
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman (tengah) menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pelestari seni dan budaya di Sangatta, Kutim, Kaltim. (ANTARA/HO-Diskominfo Kutim)

eksposisiborneo.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memupuk ragam budaya nusantara yang dilestarikan warga setempat dari berbagai suku sebagai upaya mempererat persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan sekaligus menjadi modal pembangunan daerah.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan keberagaman budaya yang hidup di masyarakat merupakan aset penting bagi daerah.

“Beragam seni dan budaya nusantara yang dilestarikan penduduk Kutim di desa-desa maupun kelurahan adalah aset tak ternilai, sekaligus menjadi modal penting dalam membangun daerah,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Sabtu 20/6/2026).

Ia menegaskan, keberagaman latar belakang budaya di Kutim bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat. Dari perbedaan itu, kata dia, tumbuh interaksi antarwarga yang saling bertukar informasi dan saling menghargai.

“Budaya pun tidak terpisahkan dari pembangunan, karena keberadaannya justru menjadi pendorong semangat dan perekat sosial yang membuat tiap komunitas tetap kompak melangkah maju di tengah kemajemukan masyarakat,” kata Ardiansyah.

Ia menambahkan pemerintah daerah akan terus membuka ruang dan memberikan dukungan kepada pegiat seni, paguyuban, lembaga adat, serta tokoh budaya untuk terus berkarya.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai festival budaya serta penguatan kelembagaan adat agar nilai-nilai warisan leluhur tetap terjaga lintas generasi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Margo Kencono, Andi Satyo mengatakan organisasi tersebut berdiri pada 1998 dan resmi terdaftar pada 2000 melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur.

Selama 26 tahun terakhir, paguyuban itu konsisten melestarikan kesenian Reog Ponorogo sebagai upaya menjaga identitas bangsa dan warisan budaya.

Dalam peringatan hari jadi ke-26, paguyuban mengusung tema “Menjaga Tradisi, Menguatkan Identitas Budaya” dengan menampilkan lima kelompok seni Reog yang mendapat sambutan antusias masyarakat. (Sumber: Antara)

BERITA TERKAIT