eksposisiborneo.com, Mahulu – Kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister masih menjadi tantangan bagi sebagian putra-putri Mahakam Ulu (Mahulu), terutama ketika biaya pendidikan semakin tinggi.
Pemkab Mahulu, kini menyiapkan kebijakan agar anak daerah yang memiliki kemampuan dan kemauan melanjutkan studi tidak harus berhenti pada jenjang sarjana karena persoalan pembiayaan.
Rencana tersebut diarahkan melalui perluasan program beasiswa pemerintah daerah hingga jenjang Strata Dua (S-2).
Kebijakan ini dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menambah jumlah tenaga terdidik yang nantinya dapat berkontribusi bagi pembangunan Mahulu.
Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, mengatakan pendidikan harus menjadi ruang yang terbuka bagi seluruh anak daerah. Pemerintah ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi alasan bagi generasi muda Mahulu untuk mengubur rencana melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kami berharap anak-anak Mahulu bisa mendapatkan pendidikan yang setinggi-tingginya dan mengejar cita-cita mereka setinggi langit sehingga nanti membawa nama Mahulu, di mana pun mereka berada dan apa pun pekerjaannya,” kata Angela Idang Belawan, Senin (27/7/2026).
Pemkab Mahulu masih Menyusun Regulasinya
Namun, rencana beasiswa S-2 tersebut belum langsung dapat diterapkan. Pemkab Mahulu masih menyiapkan regulasi yang akan menjadi landasan pelaksanaan program.
Ela mengatakan, pemerintah daerah perlu memastikan seluruh mekanisme program sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk berkaitan dengan kebijakan belanja pemerintah.
Karena itu, regulasi tidak hanya disiapkan untuk membuka program, tetapi juga untuk memberikan kepastian bagi pemerintah maupun calon penerima beasiswa di Mahulu.
“Sekarang kami sedang menyusun regulasi yang tepat sehingga tidak membentur peraturan, agar anak-anak Mahakam Ulu yang memang berniat melanjutkan pendidikan hingga S-2 bisa kita fasilitasi,” ujarnya.
Jika regulasi telah rampung, program tersebut diharapkan dapat membuka jalur baru bagi anak-anak Mahulu yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya. Pendidikan magister juga dapat memperluas kapasitas generasi muda untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia yang semakin beragam seiring perkembangan pembangunan daerah.
“Namun, pelaksanaannya harus didahului dengan penyusunan regulasi yang matang agar tidak bertentangan dengan aturan maupun kebijakan belanja pemerintah,” ucap Ela.
Perluasan beasiswa hingga S-2 pada akhirnya menjadi bagian dari upaya menyiapkan manusia Mahulu untuk menghadapi kebutuhan masa depan. Pemerintah daerah berharap semakin banyak anak Mahulu mampu menembus pendidikan tinggi, membangun kapasitas diri, dan kelak memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta masyarakat. (Adv)


