PDA Kubar Siapkan Pasar Tradisional Jadul dan Pentas Seni

By eksposisi borneo Jun 20, 2026
209
Pasar Tradisional
PDA Kutai Barat Siapkan Pasar Tradisional Jadul dan Pagelaran Seni Budaya, hingga Akhir 2026. (foto.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar – Presedium Dewan Adat (PDA) Kutai Barat (Kubar) berencana menggelar kegiatan budaya bertajuk ‘Pasar Tradisional Jadul dan Pentas Seni’, di Kompleks Taman Budaya Sendawar (TBS), pada awal Juli 2026.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang budaya yang menghadirkan suasana pasar tradisional tempo dulu, dipadukan dengan sajian kuliner khas dan pertunjukan seni budaya dari berbagai suku di Kubar.

Ketua PDA Kubar, Yurang, mengatakan kegiatan tersebut digagas sebagai upaya memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman suku yang hidup di Kutai Barat.

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk mempersatukan suku-suku yang ada di Kabupaten Kutai Barat,” kata Yurang, Sabtu 20 Juni 2026.

Dalam pelaksanaannya, tidak hanya melibatkan masyarakat adat Dayak, tetapi juga seluruh suku lainnya yang telah lama hidup berdampingan dan menjadi bagian dari keberagaman sosial di Kubar.

“Kita akan melibatkan semua komponen suku yang ada di Kubar. Jadi dari masing-masing mereka nanti akan menjual makanan-makanan tradisional sesuai dengan suku mereka masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini rencananya digelar setiap akhir pekan, yakni Jumat hingga Minggu, dengan konsep pasar budaya terbuka yang dapat dikunjungi masyarakat umum.

“Jadi rencananya, mulai Jumat, Sabtu dan Minggu, kita akan hadirkan kuliner khas dan penampilan atau pentas kesenian dari berbagai suku ini tadi,” ucap Yurang.

Menurut Yurang, program ini masih dalam tahap uji coba hingga Desember 2026. Selain itu, pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan agenda Pemerintah Daerah di kawasan Taman Budaya Sendawar.

Jika mendapat respons positif dari masyarakat, kegiatan tersebut dinilai bisa menjadi agenda budaya berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang tetap bagi masyarakat lintas suku untuk mempererat kebersamaan, memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional, serta melestarikan seni dan budaya lokal. (eb/003)

BERITA TERKAIT