Pemkab Kubar Pastikan Desain MYC Bebas Risiko Sebelum Dikerjakan

By eksposisi borneo Agu 4, 2026
157
Sekda Erick Viktory, saat membuka Kick Off Meeting Core Team Evaluasi Engineering Design 28 paket pekerjaan MYC Kutai Barat. (eb)

eksposisiborneo.com, Kubar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) memperketat pengawasan terhadap 28 paket proyek Multi Years Contract (MYC), bahkan sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Seluruh dokumen engineering design diwajibkan melalui evaluasi menyeluruh guna mengantisipasi potensi persoalan teknis, administrasi, hingga hukum yang dapat menghambat pelaksanaan proyek.

Langkah tersebut ditegaskan Sekda Kubar, Erik Victory, saat membuka Kick Off Meeting Core Team Evaluasi Engineering Design 28 paket pekerjaan MYC di Ruang Rapat Sekkab, Lantai II Kantor Bupati Kubar, Selasa (4/8/2026).

Menurut Erik, kualitas dokumen perencanaan menjadi penentu keberhasilan proyek karena menjadi dasar penyusunan anggaran, proses pengadaan, hingga pelaksanaan konstruksi di lapangan.

Karena itu, seluruh desain harus dipastikan memenuhi standar teknis sekaligus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pastikan seluruh aspek desain memenuhi standar teknis, sesuai peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai ada celah yang berpotensi menimbulkan persoalan, baik dari sisi keselamatan konstruksi maupun kepatuhan hukum,” tegasnya.

Evaluasi Tak Boleh Sekadar Administrasi

Ia menegaskan evaluasi tidak boleh sebatas memeriksa kelengkapan administrasi. Tim diminta mengkaji secara rinci kesesuaian gambar kerja, spesifikasi teknis, perhitungan struktur, efisiensi desain, hingga kewajaran biaya berdasarkan volume pekerjaan.

Analisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga harus menggunakan data harga terbaru agar anggaran yang disusun realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain menjadi dasar pelaksanaan proyek, dokumen yang telah dievaluasi akan digunakan dalam penyusunan KUA-PPAS 2027 serta proses pengadaan barang dan jasa.

Karena itu, Erik meminta seluruh gambar, spesifikasi, rencana kerja, dan syarat pekerjaan dipastikan lengkap untuk meminimalkan risiko gagalnya lelang maupun sengketa kontrak.

“Pastikan gambar, spesifikasi, rencana kerja, dan syarat-syarat pekerjaan sudah komprehensif. Jangan sampai ada kekurangan yang berujung pada gagalnya proses lelang atau memunculkan sengketa kontrak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penyelesaian evaluasi sesuai jadwal agar tahapan pembangunan tidak mengalami keterlambatan. Menurutnya, koordinasi antartim menjadi faktor utama dalam menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas.

“Dokumen yang baik akan menjadi fondasi pelaksanaan pembangunan ke depan. Karena itu, mari kita berproses bersama, berdiskusi, dan memastikan hasil review benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan Kubar,” ucap Erick Viktory. (Adv/Diskominfo Kubar)

BERITA TERKAIT