eksposisiborneo.com, Mahulu – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), terus memperkuat peran Kader Pendamping Keluarga (KPK), agar persoalan gizi dan kesehatan keluarga dapat diketahui lebih cepat, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau.
Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Revitalisasi KPK yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kader saat berhadapan langsung dengan keluarga, Kamis (13/8/2026).
Para kader, dibekali pengetahuan dan keterampilan agar tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga mampu mengenali persoalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Wakil Bupati yang juga Ketua Satgas Stunting Mahulu, Suhuk, mengatakan kader memiliki posisi penting karena berada paling dekat dengan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi penghubung antara keluarga dengan pemerintah ketika ditemukan persoalan kesehatan maupun gizi.
“Kader harus mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi dalam keluarga, sekaligus membantu pemerintah dalam mendeteksi dan melaporkan apabila ditemukan kondisi gizi buruk,” kata Suhuk, membuka kegiatan tersebut.
Peran KPK Penting Dalam Memantau Keluarga Mahulu
Menurutnya, persoalan gizi tidak selalu mudah terlihat tanpa pemantauan di tingkat keluarga. Karena itu, keberadaan kader di lapangan dibutuhkan untuk membantu memastikan informasi mengenai kondisi keluarga dapat diteruskan kepada petugas yang memiliki kewenangan melakukan penanganan.
Peran tersebut menjadi semakin penting bagi Mahulu, yang memiliki wilayah luas dan sebagian masyarakatnya tinggal di kawasan terpencil. Dengan adanya kader di tengah masyarakat, pemantauan kondisi keluarga dapat menjangkau seluruh wilayah.
Namun, keberadaan kader saja dinilai belum cukup. Kemampuan mereka dalam menjalankan pendampingan juga perlu terus diperkuat agar tugas yang dilakukan benar-benar memberikan dampak bagi keluarga yang didampingi.
“Revitalisasi KPK harus menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan para kader, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan, sehingga dapat mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana,” ujar Suhuk.
Ia berharap, revitalisasi tersebut membuat KPK semakin optimal menjalankan fungsi pendampingan, edukasi, serta deteksi dini persoalan gizi di masyarakat. Penguatan dari tingkat keluarga ini diharapkan ikut mempercepat upaya pencegahan stunting di wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut. (Adv)


