Pemkab Mahulu Siapkan 16 Ton Sembako untuk Dua Wilayah Hulu Mahakam

By eksposisi borneo Agu 20, 2026
606
Bantuan Sembako Mahulu
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menyiapkan sekitar 16 ton sembako, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah hulu Mahakam. (eb)

eksposisiborneo.com, Mahulu – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menyiapkan sekitar 16 ton sembako, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah hulu Mahakam yang menghadapi kendala distribusi akibat kondisi kemarau.

Bantuan tersebut akan diarahkan terutama ke Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Dari jumlah yang disiapkan, sebanyak 9,7 ton sembako telah tiba dan siap didistribusikan kepada masyarakat.

Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan mengatakan, pasokan yang sudah tiba tersebut akan diperkuat tambahan sekitar 7 ton dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu. Dengan demikian, total sembako yang dikerahkan mencapai sekitar 16 ton.

“Walaupun baru sampai 9,7 ton tapi kami bersyukur karena sudah ada sembako yang bisa dikirim ke Ulu Mahakam ataupun Long Pahangai,” kata Angela, Kamis (20/8/2026).

Penyaluran dilakukan melalui dua skema, yakni Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Murah (OPM). DKPP bersama Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Ekosda) Mahulu, akan membagi sasaran distribusi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat.

GPM yang dilaksanakan DKPP Mahakam Ulu, akan diarahkan ke Long Pahangai. Sementara OPM dari Ekosda dijadwalkan membawa bantuan ke Long Apari sekitar 24 Agustus 2026.

“Penyaluran bantuan dibagi melalui dua skema. DKPP Mahulu menggelar GPM yang diarahkan ke Long Pahangai. Sementara Bagian Ekosda menyalurkan bantuan melalui Operasi Pasar Murah ke Long Apari sekitar 24 Agustus 2026,” ujarnya.

Angela memastikan pasokan 9,7 ton yang telah tiba, bukan merupakan keseluruhan bantuan yang disiapkan. Pasokan GPM tambahan masih dalam perjalanan dan diperkirakan tiba pada malam hari atau paling lambat keesokan paginya.

Ia berharap penyaluran tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok di wilayah hulu Mahakam. Pemenuhan stok menjadi perhatian karena distribusi dari luar daerah masih menghadapi kendala, termasuk persoalan biaya angkut. (Adv)

BERITA TERKAIT