Pimpin LPADKT Kubar, Agus Fransisco Siap Perjuangkan Peluang Warga Lokal

By eksposisi borneo Okt 18, 2026
17
LPADKT Kubar
Agus Fransisco Salatan, terpilih sebagai Ketua Cabang LPADKT Kubar periode 2026-2030. (eb)

eksposisiborneo.com, KUBAR – Masyarakat lokal harus memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam pembangunan di daerahnya sendiri. Hal itu menjadi salah satu perhatian Agus Fransisco Salatan setelah terpilih memimpin Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Agus menilai, keterlibatan masyarakat lokal perlu didorong, baik dalam kesempatan kerja maupun pengembangan usaha. Karena itu, LPADKT-KU berencana membangun sinergi dengan pemerintah daerah agar warga setempat dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan pembangunan.

“Khususnya bagi kita orang-orang lokal, kita harus bisa bersama-sama berkontribusi. Jangan hanya jadi penonton, melainkan kita juga harus bisa terlibat dalam kegiatan pembangunan,” kata Agus.

Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda Agus setelah terpilih sebagai Ketua Cabang LPADKT Kubar periode 2026-2030 melalui Musyawarah Cabang (Muscab) di Amin Pu’un Hurai Sirung, Kampung Tering Lama, Kecamatan Tering, Sabtu (17/10/2026).

Tak hanya soal peluang ekonomi, Agus juga menyoroti persoalan sosial dan sengketa lahan yang dihadapi masyarakat. LPADKT-KU mempertimbangkan pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk memfasilitasi warga atau keluarga yang membutuhkan pendampingan.

Rencana tersebut menjadi salah satu upaya yang ingin disiapkan kepengurusan baru agar organisasi dapat membantu masyarakat ketika menghadapi persoalan.

Di sisi lain, Agus turut menaruh perhatian pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengatakan, LPADKT-KU berencana membentuk tim sukarela setelah konsolidasi kepengurusan selesai. Tim tersebut nantinya diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam membantu penanganan kebakaran.

“Ketika konsolidasi kepengurusan sudah rampung, kita akan dibentuk semacam tim, yang kemudian bisa bekerja secara sukarela, bekerja sama dengan pemerintah,” ujarnya.

Konsolidasi Jadi Langkah Awal

LPADKT Kubar

Sebelum menjalankan berbagai agenda tersebut, Agus menargetkan penyelesaian struktur organisasi, termasuk kepengurusan 16 ranting di kecamatan se-Kubar. Program kerja secara menyeluruh akan dirumuskan setelah pelantikan.

“Pertama kami segera merampungkan semua kepengurusan DPC LPADKT Kutai Barat beserta 16 ranting di 16 kecamatan. Ke depan, ada yang namanya program kerja, nah itu akan kita tuangkan semuanya setelah pelantikan nanti,” kata Agus.

Ia juga merencanakan pertemuan konsolidasi secara berkala dan membangun komunikasi dengan lembaga adat atau Presidium Dewan Adat (PDA) Kutai Barat.

Agus berharap anggota dan pengurus yang nantinya terbentuk dapat menjaga kekompakan serta tidak mudah terprovokasi ketika menghadapi persoalan di tengah masyarakat.

“Saya berharap seluruh anggota dan pengurus yang nantinya terbentuk tidak mudah terprovokasi. Jika ada persoalan, mari kita hadapi dan selesaikan bersama-sama,” ucapnya.

Ia mengharapkan nilai Salam 5K, yakni kebersamaan, kekeluargaan, kepedulian, kekompakan, dan kehepian, menjadi pegangan seluruh anggota dalam menjalankan organisasi.(eb/02)

BERITA TERKAIT