eksposisiborneo.com, Kubar – Ketua Harian DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kutai Barat (Kubar), Samsudin Nur, menegaskan, setiap kader partai harus siap menjalankan tugas dan amanah yang diberikan partai, termasuk jika mendapat penugasan untuk maju dalam kontestasi politik.
Menurutnya, kesiapan merupakan salah satu prinsip yang harus dimiliki setiap kader, baik untuk maju sebagai calon anggota legislatif maupun dalam jabatan eksekutif sebagai Kepala Daerah.
“Kalau itu memang perintah partai, kita siap. Karena kita kader, jadi harus siap. Kapan pun dan apa pun itu, kita harus siap. Ketika partai memerintahkan kita untuk maju, apakah di legislatif atau eksekutif, kita harus selalu siap. Bismillah saja,” kata Samsudin Nur, Sabtu (15/8/2026).
Meski demikian, Samsudin mengatakan PAN Kubar, saat ini masih berfokus pada penguatan organisasi hingga ke tingkat bawah. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan partai dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Ia menjelaskan, pelantikan pengurus DPC PAN se-Kutai Barat pada Jumat (14/8/2026), menjadi salah satu upaya untuk memperkuat struktur partai sekaligus membangun jaringan hingga ke tingkat akar rumput.
“Sudah mulai kita rencanakan. Sudah mulai kita rancang. Pengurus DPC sudah dilantik. Artinya, nanti tim akan kembali bergerak ke bawah untuk membangun kekuatan di tingkat akar rumput dan terus bersosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Demokrat Nyaman, PAN juga Nyaman. Semua kembali ke Hati
Samsudin menambahkan, PAN Kubar menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD. Sesuai arahan dari DPW PAN Kaltim, partainya menargetkan sedikitnya empat kursi pada pemilihan legislatif mendatang.
“Harapan kita, semua pengurus bekerja maksimal. Karena target dari DPW minimal empat kursi. Kita juga harus berprestasi, baik di legislatif maupun eksekutif. Karena itu, pengurus harus benar-benar turun ke masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Samsudin juga menyinggung keputusannya bergabung dengan PAN setelah sebelumnya berkiprah di Partai Demokrat.
Menurutnya, tidak ada alasan khusus yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Ia mengibaratkan partai sebagai sebuah rumah yang harus memberikan rasa nyaman bagi penghuninya.
“Sebetulnya tidak ada alasan yang signifikan. Ibaratnya, kalau kita tinggal di rumah yang nyaman, ya di situlah kita tinggal. Semua kembali kepada hati. Demokrat nyaman, PAN juga nyaman,” ucapnya.
Menjelang agenda politik yang akan datang, Samsudin mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menentukan pilihan. Ia berharap masyarakat tidak mudah tergiur dengan janji politik semata, namun lebih mempertimbangkan rekam jejak dan kerja nyata para calon.
“Pemilih yang bijak itu tidak tergiur hanya dengan janji, tetapi melihat bukti dan kerja nyata. Karena pilihan hari ini akan menentukan lima tahun ke depan,” ujar Samsudin Nur. (eb/002)


