Kampung Sentalar Masih Hadapi Kendala Akses Jalan di Nyuatan

By eksposisi borneo Okt 31, 2025
6
Kampung Sentalar
Jalan sepanjang 12 kilometer dari Kampung Temula menuju Sentalar belum sepenuhnya terbangun. (dok.ist)

eksposisiborneo.com, Kubar : Di Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), akses jalan menuju Kampung Sentalar menjadi perhatian utama pemerintah. Jalan sepanjang 12 kilometer dari Kampung Temula menuju Sentalar belum sepenuhnya terbangun, menyulitkan mobilitas warga dan distribusi kebutuhan sehari-hari.

Kendala ini diperparah oleh medan yang sulit dan keterbatasan anggaran. Selain itu, sebagian besar material harus didatangkan dari luar kecamatan, sehingga menambah biaya dan waktu pengerjaan.

Meski menghadapi berbagai kendala, pemerintah kecamatan terus berupaya agar pembangunan jalan dapat dilanjutkan di masa depan.

Menurut Camat Nyuatan, Tomi Taruna, pembangunan jalan ini memang sudah menjadi perhatian pemerintah sejak beberapa tahun terakhir.

“Tahun ini memang belum ada anggaran kabupaten yang masuk, tapi kita berharap tahun 2026 nanti bisa dilanjutkan,” kata Tomi, Jumat (31/10/2025).

Tomi menambahkan bahwa kondisi jalan yang masih rusak mencapai sekitar tujuh kilometer, dan pengerjaan selama ini dilakukan secara bertahap.

“Kalau musim hujan, pengiriman material bisa sangat terhambat, sehingga berdampak terhadap keterlambatan kegiatan di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan jalan secara bertahap agar proyek tetap berjalan meski terbatasnya suplai material.

“Kegiatan dari pemerintah memang rutin setiap tahun, tapi biasanya hanya sekitar satu kilometer, kadang satu setengah kilometer yang bisa dikerjakan,” ujarnya.

Meski begitu, Camat Nyuatan optimistis bahwa proyek perbaikan jalan ke Sentalar akan mendapatkan alokasi anggaran pada 2026 mendatang.

“Kami ingin akses ke seluruh kampung di Nyuatan bisa merata, agar pelayanan dan kegiatan ekonomi masyarakat juga bisa berjalan lancar,” katanya, mengakhiri.

Peningkatan jalan ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan akses yang lebih baik, distribusi barang, transportasi pendidikan, dan layanan publik di seluruh kampung Nyuatan dapat berjalan lebih lancar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (eb/Adv/Diskominfo Kubar)

 

BERITA TERKAIT