eksposisiborneo.com, Kubar : Perajin lokal di pedalaman Kutai Barat (Kubar) mendapat dukungan dari anggota DPRD Kubar, Rosaliyen, salah satunya untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran produk kerajinan mereka, dengan harapan mampu menggerakkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Menurut Rosaliyen, di wilayahnya seperti Bentian Besar, Jempang, dan Siluq Ngurai, masyarakat memiliki keterampilan tinggi dalam membuat kerajinan tradisional. Namun, keterbatasan pembinaan dan akses pasar membuat karya mereka belum sepenuhnya bernilai ekonomis.
“Yang mau saya kembangkan itu kerajinan rotan. Itu sebagai sampel. Ke depan kalau sudah berkembang baik, bisa merambah ke kerajinan lain seperti tenun doyo, sulam tumpar, atau kerajinan lainnya,” ujar Rosaliyen, Sabtu (1/11/2025).
Politisi Golkar ini menekankan pentingnya pembentukan kelompok perajin di setiap kecamatan. Dengan adanya kelompok, pendampingan, pelatihan, hingga pemasaran produk dapat dilakukan secara terstruktur oleh pemerintah maupun swasta.
Selain itu, Rosaliyen menyoroti kekayaan bahan lokal di Kubar yang bisa dimanfaatkan untuk kerajinan, seperti rotan, serat alam, dan pewarna alami. Menurutnya, pemanfaatan bahan lokal harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mengangkat ekonomi keluarga perajin, tetapi juga memperkuat citra budaya daerah. Rosaliyen ingin produk kerajinan lokal menjadi identitas yang dikenal luas.
“Kalau pengrajin maju, ekonomi keluarga pun ikut bangkit. Saya ingin karya tangan warga kita menjadi kebanggaan daerah sekaligus sumber kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Rosaliyen.
Ke depan, Rosaliyen berharap pameran, marketplace, dan kerja sama antar daerah bisa membuka peluang baru bagi perajin lokal, sehingga sektor ekonomi kreatif pedalaman Kutai Barat semakin berkembang dan mandiri. (eb/Adv/Diskominfo Kubar)


