eksposisiborneo.com, Kubar : Pelaksanaan malam hiburan rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menuai banyak perhatian publik. Antusiasme warga begitu besar, namun sejumlah masukan juga disampaikan agar penyelenggaraan serupa ke depan bisa berjalan lebih baik.
Salah satu yang menjadi sorotan masyarakat ialah waktu tampil artis utama yang dinilai terlalu malam. Banyak warga berharap jadwal tersebut dapat dimajukan agar seluruh kalangan bisa menikmati acara dengan nyaman.
Menanggapi hal itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan terima kasih atas dukungan dan masukan yang diberikan warga. Ia menilai, partisipasi masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap kemajuan daerah, termasuk terhadap penyelenggaraan Festival Dahau.
“Terima kasih atas kritik, saran dan masukannya untuk penyelenggaraan rangkaian giat Festival Dahau. Masukan yang disampaikan kepada kami dan panitia akan menjadi evaluasi ke depannya,” ujar, Kamis (6/11/2025).
Frederick menambahkan, hiburan rakyat merupakan ruang kebersamaan seluruh masyarakat Kutai Barat. Karena itu, setiap kritik akan menjadi bahan pembelajaran agar kegiatan serupa di masa depan semakin semarak dan tertata dengan baik.
“Semua masukan dari masyarakat sangat berharga. Kita ingin setiap kegiatan besar benar-benar menjadi milik bersama, dinikmati dengan nyaman dan gembira oleh semua lapisan,” tambahnya.
Apresiasi Kepada Masyarakat Kutai Barat
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Festival Dahau FX Sumardi turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan malam hiburan rakyat. Ia menegaskan, panitia telah berupaya maksimal meski sempat terkendala kondisi cuaca.
“Panitia menyampaikan permohonan maaf dan akan segera melakukan evaluasi. Kami sudah berusaha mempersingkat waktu, namun itulah yang paling memungkinkan karena juga terkendala cuaca,” jelasnya.
FX Sumardi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap antusias hingga acara usai, termasuk saat hujan deras mengguyur area kegiatan di Taman Budaya Sendawar.
“Saya sangat mengapresiasi para penonton setia Jamrud yang tidak bergeser meski hujan lebat. Inilah simbol harmoni kita ke depan. Sempekat bersama, Kutai Barat pasti bisa,” tutup FX Sumardi. (eb/Adv/Diskominfo Kubar)



