eksposisiborneo.com, Kubar : Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bersama PT Bharinto Ekatama (BEK) meluncurkan Batik Tulis khas Kutai Barat, sebagai bagian dari rangkaian Festival Dahau 2025. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya daerah sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat.
Bupati Kubar, Frederick Edwin, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Ia menilai, peluncuran batik tulis ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga identitas budaya Kubar agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Pemerintah sangat mendukung kegiatan membatik seperti ini, karena melalui karya batik tulis, kita tidak hanya memperkenalkan kekayaan motif khas Kubar, tetapi juga mendorong para seniman dan perajin untuk beralih ke karya batik tangan yang bernilai tinggi,” kata Bupati Frederick Edwin, Selasa (4/11/2025).
Edwin menambahkan, meningkatnya jumlah produksi batik lokal ke depan diharapkan dapat menekan harga jual yang selama ini masih cukup tinggi.
“Harga batik kita di Kubar ini masih tergolong tinggi, bahkan ada yang mencapai Rp2,5 juta per meter. Jika produksinya makin banyak, maka harganya bisa lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas,” ucapnya.
Ia juga mendorong agar produksi batik khas Kubar terus berkembang dengan memperhatikan mutu dan keunikan motif, sehingga mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
“Kita harapkan batik Kubar menjadi salah satu ikon kebanggaan daerah yang dikenal luas, tidak hanya karena keindahan coraknya, tetapi juga karena filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujar Edwin.
Dalam peluncuran tersebut, diperkenalkan tujuh motif batik tulis khas Kubar, masing-masing memiliki makna filosofis yang dalam, yaitu:
- Tujuh Embun, melambangkan kesucian dan ketulusan hati.
- Kriookng, melambangkan keseimbangan dan keharmonisan
- Pelengk Mahingk, menggambarkan kekuatan dan keabadian budaya.
- Tanaa Purai, melambangkan negeri subur dan rezeki melimpah.
- Mata Enggang, simbol kebijaksanaan dan kerendahan hati.
- Wakai Besiq, melambangkan keteguhan hidup dan akar budaya yang kuat.
- Anggrek Tebu Emas, menggambarkan keteguhan dan kejujuran.
Peluncuran batik tulis ini diharapkan menjadi awal kebangkitan industri kreatif berbasis budaya lokal di Kutai Barat. (eb/Adv/Diskominfo Kubar)


