eksposisiborneo.com, Kubar : Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Arah kebijakan ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi di luar ketergantungan terhadap sumber daya alam.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyebut pengembangan sektor tersebut tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat identitas budaya masyarakat.
“Kita ingin pariwisata dan UMKM menjadi kekuatan baru ekonomi Kutai Barat. Potensi besar yang kita miliki harus dikelola dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan,” kata Frederick Edwin, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, pemerintah daerah telah menetapkan sejumlah destinasi wisata unggulan yang akan dikembangkan secara terpadu, seperti Danau Jempang, Kersik Luway, dan Danau Kelumpang.
Selain infrastruktur pendukung, pemerintah juga menyiapkan langkah promosi berkelanjutan agar kawasan wisata tersebut semakin dikenal luas. Bupati menegaskan, dukungan terhadap UMKM dan pelaku ekonomi kreatif juga menjadi prioritas.
“Kita dorong pelaku UMKM agar mampu berinovasi, memanfaatkan teknologi digital, dan menembus pasar yang lebih luas. Pemerintah akan hadir dengan kebijakan yang memudahkan mereka untuk tumbuh,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Kubar juga membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha, komunitas kreatif, dan pelaku pariwisata untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal, dengan harapan mampu menghasilkan produk dan destinasi wisata yang berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.
Frederick Edwin optimistis, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan menjadi motor penggerak baru yang berkelanjutan bagi daerah.
“Kita tidak ingin hanya bergantung pada sumber daya alam. Saatnya membangun ekonomi berbasis budaya dan kreativitas masyarakat,” tutupnya. (eb/Adv/Diskominfo Kubar)


