Reses DPRD Kubar, Geleo Asa Belum Miliki Bidan Kampung

By eksposisi borneo Okt 27, 2025
0
jalan
Anggota DPRD Kutai Barat, Adrianus. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar : Kampung Geleo Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), hingga kini belum memiliki tenaga kesehatan (nakes) tetap, terutama bidan yang menetap di kampung tersebut. Padahal, fasilitas kesehatan berupa Pos Kesehatan Masyarakat Kampung (PKMK) sudah tersedia sejak beberapa waktu lalu.

Meski bangunan PKMK telah berdiri, namun Dinas Kesehatan Kutai Barat belum menempatkan bidan untuk melayani warga di kampung itu. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kubar, Adrianus, saat melakukan kegiatan Reses III Masa Sidang III Tahun 2025.

Menurut Adrianus, keluhan masyarakat Geleo Asa terkait belum adanya bidan merupakan salah satu aspirasi utama yang ia terima. Saat ini, pelayanan kesehatan bagi warga Geleo Asa masih dirangkap oleh bidan yang bertugas di Kampung Geleo Baru.

“Saya cukup terkejut, ternyata asumsi selama ini satu kampung dilayani satu bidan. Ternyata di Geleo Asa masih gandeng bidan sama Geleo Baru,” ungkap Adrianus di Sendawar, Senin (27/10/2025).

Kondisi ini, kata Adrianus, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan tindakan medis ringan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak. Karena itu, warga berharap pemerintah daerah segera menugaskan bidan khusus untuk Kampung Geleo Asa agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.

Penempatan bidan di setiap kampung, lanjut Adrianus, sangat penting mengingat peran strategis tenaga medis tersebut dalam memberikan pertolongan pertama dan mendampingi masyarakat di bidang kesehatan dasar.

“Bidan tak hanya membantu ibu hamil, tapi juga untuk untuk perawatan ringan lainnya. Nah, tidak mungkin setiap warga Geleo Asa harus berobat ke Kampung Geleo Baru,” paparnya.

Adrianus menegaskan, pemerintah daerah melalui dinas terkait harus segera memberikan perhatian terhadap kekosongan bidan di Kampung Geleo Asa. Menurutnya, masyarakat tidak dapat menunda kebutuhan akan layanan kesehatan karena sakit bisa datang kapan saja.

“Masyarakat sangat sulit mendapatkan pelayanan medis. Yang namanya sakit tidak mengenal waktu. Kalau ada tenaga medis di kampung, kan dapat memberikan penanganan awal,” pungkasnya.(eb/Adv/DPRD Kubar)

BERITA TERKAIT