eksposisiborneo.com, Kubar : Ketua DPRD Kutai Barat (Kubar), Ridwai, menilai pembangunan infrastruktur masih menjadi kebutuhan paling mendesak dalam upaya pemerataan pembangunan daerah. Ia meminta pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan dan penyelesaian fasilitas dasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Ridwai mengatakan, sebagian besar kebutuhan infrastruktur merupakan proyek lanjutan yang harus dituntaskan oleh pemerintah. Jalan, jembatan, hingga sarana pelayanan publik dinilai perlu ditingkatkan kualitasnya agar akses masyarakat membaik.
“Pembangunannya infrastruktur adalah hal penting dalam pembangunan daerah. Namun untuk sekarang, tinggal melanjutkan yang ada, sehingga yang selama ini mungkin yang kondisinya rusak, ya diperbaiki. Yang belum tersentuh, baik itu semenisasi maupun pengaspalan, ya kita mendorong pemerintah agar melakukan pembangunan, itu harapan kita,” kata Ridwai, Kamis (13/11/2025).
Ia menilai pemerintahan Bupati Frederick Edwin dan Wakil Bupati Nanang Adriani telah mengambil langkah strategis dengan mendorong pelaksanaan program multiyears. Pada 2025, Pemkab Kubar merencanakan 33 paket proyek multiyears untuk menuntaskan pembangunan skala besar yang sebelumnya sulit diselesaikan dalam satu tahun anggaran.
“Kita ketahui pemerintah akan melaksanakan program multiyears, ada 33 paket infrastruktur. Ini saya pikir merupakan salah satu upaya pemerintah, karena selama ini persoalannya kalau proyek single years ini kan kadang-kadang, program atau kegiatan itu tidak bisa sampai tuntas oleh karena anggarannya sangat terbatas,” jelasnya.
Menurut Ridwai, skema multiyears memungkinkan proyek tetap berjalan hingga selesai tanpa terhambat keterbatasan anggaran tahun berjalan. Hal ini berbeda dengan proyek single years yang berisiko tidak tuntas.
“Artinya karena tahun berikutnya anggaran sudah tidak ada lagi, ya tidak tuntaslah pekerjaan itu. Tapi kalau program multiyears, ya kita yakin yang namanya multiyears kan artinya sampai selesai,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa banyaknya proyek multiyears tentu berdampak terhadap alokasi anggaran sektor lain. Namun ia yakin pemerintah telah melakukan perhitungan matang agar kegiatan lain tetap dapat berjalan.
“Kendati demikian, karena jumlah mega proyek ini cukup banyak, tentu akan mempengaruhi anggaran di sektor pembangunan lainnya. Tetapi saya yakin, pemerintah punya hitungan, ya pasti lah tidak sampai menghambat kegiatan lain. Artinya tetap terlaksana walaupun anggarannya dikurangi,” ucapnya.
Ridwai menegaskan, kebutuhan paling mendesak masyarakat saat ini adalah perbaikan jalan. Kondisi jalan rusak, menurutnya, tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memengaruhi harga barang di pasaran.
“Persoalan sekarang ini kan keluhan-keluhan dari masyarakat itu, banyak soal kondisi jalan kita yang masih sangat rusak parah. Nah itu juga berpengaruh ke harga barang, sehingga konsentrasi pemerintah saat ini ya memang infrastruktur jalan ini yang harus di nomor satukan,” tutupnya. (eb/Adv/DPRD Kubar)


