Pansus Sawit Akui Waktu Terbatas, Soroti Masalah Plasma Belum Jelas

By eksposisi borneo Nov 30, 2025
3
Transisi Kepemimpinan
Anggota DPRD Kutai Barat, Henrik. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar: Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Sawit DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Henrik, menegaskan bahwa masa kerja pansus yang relatif singkat menjadi tantangan dalam melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap seluruh perusahaan sawit yang beroperasi di Kubar.

Ia menyebut, tidak semua perusahaan dapat diperiksa secara langsung karena keterbatasan waktu dan kondisi lapangan.

Meski begitu, Henrik menilai persoalan utama terkait keluhan masyarakat terhadap perusahaan sawit umumnya serupa dan berputar pada satu titik, yakni terkait program plasma.

Menurutnya, hampir semua perusahaan sebenarnya telah memiliki program plasma yang disyaratkan, bahkan beberapa sudah memberikan dana talangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada petani. Namun, persoalan yang sering muncul adalah ketidakjelasan lokasi plasma tersebut.

“Kebun plasma yang betul-betul nyata itu, tidak ada. Secara umum, masyarakat masih kesulitan melihat dan memastikan di mana letak plasma yang dijanjikan,” kata Henrik, Minggu (30/11/2025).

Henrik menambahkan, ketidakteraturan dan kurangnya transparansi dalam realisasi plasma menjadi salah satu sumber utama ketegangan antara perusahaan dan masyarakat.

“Banyak warga berharap kehadiran perusahaan sawit dapat memberikan nilai ekonomi, namun kenyataan di lapangan masih jauh dari harapan,” ujarnya.

Karena itu, ia memastikan, meski tidak semua perusahaan berhasil diinvestigasi langsung, Pansus Sawit tetap berupaya memaksimalkan hasil kerja yang ada.

Ia menegaskan bahwa pansus tetap fokus menggali informasi, menerima laporan masyarakat, serta melakukan verifikasi terhadap indikasi pelanggaran yang muncul selama proses pengawasan.

“Minimal dalam program ke depan, walaupun tidak bisa turun langsung ke lapangan, paling tidak kita dapat meminimalisir pelanggaran. Itu yang ingin kita wujudkan,” ucap Henrik.

Dari hasil kerja sementara, Pansus juga berkomitmen menyusun rekomendasi yang tegas dan terukur kepada pemerintah daerah serta instansi terkait, agar tata kelola perkebunan sawit di Kubar semakin baik. (eb/Adv/DPRD Kubar)

BERITA TERKAIT