eksposisiborneo.com, Kubar: Anggota DPRD Kutai Barat (Kubar), Adrianus, mendorong agar pengelolaan objek wisata di daerah, tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga diperkaya dengan sentuhan budaya lokal.
Menurutnya, perpaduan wisata alam dan budaya dapat menjadi daya tarik kuat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Adrianus menilai, banyak objek wisata yang sudah dibangun pemerintah daerah memiliki potensi pengembangan yang lebih besar jika dikombinasikan dengan pagelaran budaya.
Ia mencontohkan kawasan Jempang yang memiliki kekayaan adat istiadat dan seni tradisional yang bisa ditampilkan saat wisatawan berkunjung.
“Kalau bisa di tiap objek wisata itu ada kegiatan budaya yang ditonjolkan. Misalnya pada tanggal tertentu ada kegiatan budaya A, dan itu dipusatkan di masing-masing lokasi wisata,” kata Adrianus, Jumat (7/11/2025).
Ia mencontohkan konsep Desa Budaya Pampang di Samarinda yang rutin menampilkan atraksi budaya pada jadwal tertentu, sehingga wisatawan selalu memiliki alasan untuk berkunjung. Pola serupa menurutnya bisa diterapkan di Kutai Barat dengan karakter dan kekayaan budaya lokal sendiri.
“Begitu juga yang kita harapkan di Kubar ini. Wisatawan yang datang bukan hanya melihat keindahan alam, tapi budaya kita juga. Ada kombinasi wisata alam dengan budaya di tiap-tiap tempat wisata yang ada,” ujar Adrianus.
Penyajian atraksi budaya di lokasi wisata, menurutnya, menjadi strategi efektif menarik kunjungan wisatawan baik dari daerah sekitar, luar daerah, bahkan mancanegara. Namun konsep tersebut harus dirancang secara matang dan konsisten agar memberikan dampak yang optimal.
“Misalnya di Jantur Inar, pengunjung tidak hanya melihat air terjun, tapi juga bisa menikmati tari-tarian atau pertunjukan budaya di hari-hari tertentu. Bisa diatur setiap hari apa atau bulan apa, sehingga ada jadwal tetap yang membuat orang tertarik datang,” tutup Adrianus. (eb/Adv/DPRD Kubar)


