Kutim Mulai Perkuat Implementasi Program Adiwiyata

By eksposisi borneo Nov 14, 2025
3
DLH Kutim
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kutim, Tanti Nur. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 5 Tahun 2025 sebagai dasar hukum terbaru pelaksanaan Program Adiwiyata di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini menjadi penanda penguatan komitmen pemerintah dalam mendorong pendidikan lingkungan hidup di sekolah.

Di Kutai Timur (Kutim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung menindaklanjuti terbitnya regulasi tersebut melalui berbagai langkah internal.

Salah satunya adalah penyusunan rencana kerja baru terkait pendampingan sekolah Adiwiyata sepanjang tahun 2025.

Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kutim, Tanti Nur, mengatakan bahwa peraturan baru ini membuka ruang penyesuaian yang lebih terarah bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, implementasi Adiwiyata membutuhkan regulasi yang responsif terhadap dinamika di sekolah.

“Permen LH 5/2025 memberikan arah yang lebih jelas bagi kami dalam melakukan evaluasi dan pembinaan. Aturan ini menyentuh kebutuhan teknis yang selama ini sering muncul di lapangan,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Perkuat Penataan Sekolah

Tanti menyebut bahwa DLH Kutim kini mulai memperkuat pemetaan sekolah yang berpotensi mengikuti Adiwiyata tahun depan.

Data tersebut akan menjadi acuan penyusunan tahapan pendampingan dan pembinaan secara lebih sistematis.

Ia menegaskan bahwa pemahaman sekolah terhadap regulasi menjadi kunci.

“Kami ingin memastikan sekolah tidak sekadar ikut program, tetapi memahami setiap perubahan indikator sehingga pelaksanaannya benar-benar tepat,” tambahnya.

DLH Kutim juga merencanakan peningkatan pelatihan bagi guru-guru penggerak Adiwiyata di tingkat kecamatan.

Pelatihan ini akan difokuskan pada integrasi pendidikan lingkungan hidup dalam kurikulum.

Dengan terbitnya Permen LH 5/2025, pemerintah daerah optimistis dapat mendorong lebih banyak sekolah menuju predikat Adiwiyata.

“Kebijakan ini semoga menjadi momentum baru bagi Kutim dalam memperkuat ekosistem pendidikan lingkungan,” pungkasnya.(ADV)

BERITA TERKAIT