eksposisiborneo.com, Kutim: Dalam rangka meningkatkan kapasitas organisasi masyarakat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Sosialisasi Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tahun 2025 di Ruang Meranti pada Selasa (18/11/2025).
Kegiatan dibuka oleh langsung omeh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. Dalam sambutan pembukanya, Mahyunadi menekankan bahwa Ormas memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga stabilitas dan ketertiban sosial.
Ia menyebut bahwa Ormas harus menjadi pilar yang menyejukkan masyarakat di tengah derasnya arus informasi.
“Ormas adalah garda terdepan dalam menjaga harmoni. Perannya sangat vital di tengah masyarakat,” ujarnya.
Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan, kewajiban menjaga nilai Pancasila, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945).
Mahyunadi mengingatkan agar Ormas tidak terlibat dalam penyebaran provokasi atau hoaks.
“Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas. Ormas harus menjadi peneduh, bukan pemicu konflik,” tegasnya.
Ormas Adalah Mitra Pemerintah
Kesbangpol memberikan penjelasan teknis mengenai pendaftaran Ormas, prosedur pelaporan kegiatan, dan mekanisme verifikasi lembaga.
Peserta diberikan pemahaman mengenai sanksi yang dapat diberikan bagi Ormas yang melanggar ketentuan.
Sesi diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan mengenai pendanaan Ormas, peluang kolaborasi program, hingga peran organisasi dalam pembangunan desa dan kecamatan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendampingi Ormas dalam setiap tahapan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Ormas bukan hanya sekadar kelompok sosial, tetapi juga mitra pemerintah dalam menjaga lingkungan yang harmonis dan aman.
Peserta mengaku materi yang diberikan sangat relevan dengan persoalan organisasi saat ini.
Mahyunadi berharap kegiatan pembinaan ini mampu meningkatkan kapasitas organisasi agar semakin profesional dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Dengan dibukanya sosialisasi ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat di Kutim,” tandasnya.(ADV)


