Kuliner hingga Seni Pertunjukan, Empat Subsektor Ekraf Jadi Unggulan Kutai Timur

By eksposisi borneo Nov 17, 2025
3
kuliner
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Dinas Pariwisata Kutai Timur (Kutim) terus memantapkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif (Ekraf) sebagai penopang ekonomi baru daerah melalui proses pemetaan dan evaluasi menyeluruh, Dinas Pariwisata menentukan empat subsektor yang dinilai memiliki pengaruh paling besar terhadap pertumbuhan pelaku usaha kreatif dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Empat subsektor yang dimaksud yakni kuliner, fashion, kriya, dan seni pertunjukan. Keempat subsektor ini mengalami peningkatan signifikan baik dari segi jumlah pelaku, permintaan pasar, maupun inovasi produk.

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, menuturkan bahwa penetapan empat subsektor unggulan ini bukan tanpa dasar, melainkan melalui analisis perkembangan pelaku usaha dan proyeksi pasar.

“Kita melihat peningkatan jumlah produk dan pelaku usaha yang sangat pesat, dan empat subsektor ini terbukti paling siap bersaing dan berkembang,” ujar Nurullah.

Subsektor kuliner tercatat sebagai yang paling tinggi pertumbuhannya dengan produk kuliner lokal saat ini semakin identik dengan identitas daerah dan menjadi daya tarik utama wisatawan.

Sementara fashion dan kriya banyak berkembang melalui brand lokal berbasis bahan tradisional hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Adapun seni pertunjukan terus menjadi magnet penonton setiap kali digelar dalam event dan festival daerah.

Para pelaku tari, musik, dan teater dinilai berperan besar dalam meningkatkan atmosfir wisata dan promosi destinasi Kutim di mata publik. Dinas Pariwisata akan melanjutkan pembinaan, pelatihan, promosi, serta perluasan jaringan pemasaran guna mengoptimalkan pertumbuhan empat subsektor unggulan tersebut.

“Kita siapkan pembinaan berkelanjutan, termasuk promosi digital dan kemitraan dengan sektor swasta agar peningkatan Ekraf langsung berdampak ke ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sinergi dengan pelaku UMKM dinilai menjadi faktor penting, mengingat sebagian besar pelaku Ekraf berasal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kutim, sekaligus memperkokoh identitas budaya dan potensi daerah dalam persaingan pasar nasional.(ADV)

BERITA TERKAIT