Kos Jadi Titik Rawan Api: Damkar Kutim Ungkap Ancaman Listrik Mematikan di Hunian Padat

By eksposisi borneo Des 4, 2025
1
kos
Damkar Kutim ungkap hunian kos jadi titik rawan kebakaran akibat instalasi listrik tak standar di kawasan padat. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kutim: Fenomena kebakaran di kawasan permukiman padat kembali menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Timur. Kali ini, sorotan tertuju pada tingginya insiden kebakaran yang terjadi di rumah kos akibat penggunaan instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Dinas Damkar mencatat, kebiasaan penghuni kos yang bebas memasang peralatan elektronik berdaya besar tanpa perhitungan teknis menjadi pemicu utama munculnya risiko kebakaran di lingkungan tersebut.

“Sebagian besar kebakaran di kos-kosan berawal dari penggunaan kabel yang tidak standar untuk menyalakan peralatan seperti kulkas dan dispenser. Instalasi listriknya tidak dirancang untuk beban sebesar itu,” ujar Plt. Kepala Bidang Pencegahan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Timur, Adriansyah.

Adriansyah menjelaskan bahwa banyak bangunan kos dibangun tanpa perencanaan kelistrikan yang memadai, khususnya dalam penyediaan titik stop kontak untuk perangkat berdaya besar.

Akibatnya, penghuni kerap melakukan modifikasi sendiri, seperti menggunakan kabel tambahan atau sambungan tidak resmi yang justru meningkatkan potensi korsleting. Ia menilai kondisi ini semakin berbahaya ketika terjadi pada bangunan kos dengan kepadatan tinggi dan sirkulasi udara terbatas, sehingga api dapat dengan cepat menjalar ke unit lain.

Menurut Adriansyah, kebakaran kos-kosan termasuk jenis insiden yang paling sering ditangani oleh petugas pemadam kebakaran di Kutai Timur. Lebih mengkhawatirkan lagi, banyak peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada malam hari, saat sebagian besar penghuni sedang tertidur dan tidak menyadari munculnya api sejak awal.

Situasi tersebut meningkatkan risiko korban jiwa, karena keterlambatan deteksi dan proses evakuasi yang tidak mudah di bangunan kos padat penghuni.

“Kami sering menghadapi kebakaran kos yang terjadi dini hari. Saat itu penghuni sedang tertidur, sehingga api sudah membesar ketika diketahui. Ini kondisi yang sangat berbahaya,” tegas Adriansyah.

Ia mengimbau pemilik kos untuk memperhatikan standar instalasi listrik sejak tahap pembangunan, termasuk menyediakan stop kontak khusus untuk perangkat berdaya besar. Selain itu, penghuni kos juga diminta tidak sembarangan menggunakan kabel tambahan dan segera melapor jika menemukan instalasi listrik yang mencurigakan.

Melalui peringatan ini, Dinas Damkar Kutai Timur berharap kesadaran bersama antara pemilik dan penghuni kos dapat menekan angka kebakaran di kawasan permukiman padat dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman.(ADV)

BERITA TERKAIT