eksposisiborneo.com, Kutim: Risiko kebakaran di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Kepala Bidang Pencegahan Damkarmat Kutim, Adriansyah, menyampaikan bahwa edukasi keselamatan di sekolah sangat penting mengingat tingginya aktivitas dan jumlah penghuni di lingkungan pendidikan. Tanpa pengetahuan dasar, kepanikan dapat terjadi saat kondisi darurat.
“Edukasi keselamatan di sekolah sangat penting karena anak-anak sering tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran,” ujar Adriansyah.
Ia menjelaskan bahwa materi edukasi mencakup pemahaman bahaya api, cara menghindari sumber kebakaran, serta langkah-langkah evakuasi yang aman.
Simulasi dilakukan agar siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga terbiasa bertindak cepat dan terarah. Menurut Adriansyah, latihan yang dilakukan secara berkala akan membentuk refleks keselamatan pada siswa.
“Latihan tidak boleh bersifat seremonial, tetapi harus dilakukan rutin agar kesiapsiagaan benar-benar terbentuk,” tegasnya.
Damkarmat Kutim juga menilai pentingnya sinkronisasi antara edukasi dan kesiapan fasilitas sekolah. Tanpa dukungan infrastruktur keselamatan yang memadai, pembelajaran tentang kebakaran tidak akan berjalan maksimal.
Program edukasi ini secara bertahap diperluas ke berbagai kecamatan dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan wilayah. Melalui penguatan edukasi keselamatan di sekolah, Damkarmat Kutim optimistis risiko kebakaran dapat ditekan sekaligus membangun kesadaran keselamatan yang berkelanjutan di masyarakat.(ADV)


