eksposisiborneo.com, Kutim: Pelabuhan Kenyamukan di Kabupaten Kutai Timur kini mulai menarik perhatian masyarakat sebagai ruang publik alternatif. Meski belum beroperasi secara penuh sebagai pelabuhan, kawasan ini ramai dikunjungi warga untuk bersantai, terutama pada sore hari.
Akses jalan yang mulus, penerangan yang memadai, serta panorama laut yang terbuka membuat Pelabuhan Kenyamukan menjadi lokasi favorit baru bagi keluarga. Kehadiran pedagang kuliner juga menambah daya tarik, menjadikan kawasan ini bukan hanya tempat singgah, tetapi juga ruang rekreasi terbuka.
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menyambut positif antusiasme masyarakat yang memanfaatkan Pelabuhan Kenyamukan. “Silakan masyarakat menggunakan dan menikmati Pelabuhan Kenyamukan, selama fasilitas yang sudah dibangun dijaga dengan baik, tidak dikotori, dan tidak dirusak,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya kunjungan warga justru menjadi indikator bahwa kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai ruang publik. Kehadiran masyarakat di area pelabuhan menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah memberikan manfaat nyata, meskipun fungsi utamanya belum berjalan.
Mahyunadi menilai aktivitas warga di Pelabuhan Kenyamukan dapat memberikan dampak sosial yang positif. Selain menjadi tempat berkumpul keluarga, kawasan ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi kecil melalui aktivitas kuliner dan usaha mikro yang mulai tumbuh di sekitarnya.
Pentingnya Kesadaran Bersama Menjaga Fasilitas Publik
Ia juga menyoroti keindahan panorama matahari terbenam di Pelabuhan Kenyamukan. Sunset yang terlihat jelas dari area pelabuhan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana sore tanpa harus pergi jauh.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga fasilitas publik. Infrastruktur yang telah dibangun dengan anggaran besar perlu dirawat agar tetap layak digunakan hingga pelabuhan benar-benar beroperasi secara resmi.
Mahyunadi menegaskan bahwa pemanfaatan sementara ini tidak boleh mengabaikan fungsi utama pelabuhan ke depan. Kawasan tersebut tetap dipersiapkan sebagai penunjang aktivitas ekonomi dan transportasi laut di Kutai Timur.
“Kami tidak melarang masyarakat datang ke sana, justru kami senang karena artinya ada ruang baru untuk bersantai. Tapi tolong dijaga bersama, jangan sampai fasilitas rusak karena kelalaian,” tambahnya.
Ia berharap masyarakat dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap aset daerah. Dengan menjaga kebersihan dan ketertiban, Pelabuhan Kenyamukan bisa menjadi contoh pemanfaatan ruang publik yang bertanggung jawab.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan terus memantau perkembangan kawasan Pelabuhan Kenyamukan. Selama belum difungsikan secara penuh, masyarakat dipersilakan memanfaatkan area tersebut sebagai ruang rekreasi, dengan catatan tetap menjaga keamanan, kebersihan, dan keutuhan fasilitas yang ada.(ADV)


