Kersik Kerbangan Disiapkan Jadi Ikon Wisata Anggrek Hitam Kubar

By eksposisi borneo Jul 9, 2026
185
Kersik Kerbangan
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi. (foto.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat daya tarik sektor pariwisata melalui pengembangan Kawasan Wisata Kersik Kerbangan.

Destinasi yang dibangun dalam dua tahun terakhir itu diproyeksikan menjadi ikon wisata baru berbasis konservasi anggrek hitam, sekaligus melengkapi beragam destinasi alam yang telah lebih dahulu dikenal masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kubar, FX Sumardi, mengatakan Kersik Kerbangan akan segera diluncurkan sebagai salah satu destinasi unggulan daerah. Pengembangan kawasan tersebut merupakan upaya pemerintah menghadirkan objek wisata yang mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

“Sekarang bisa saya sampaikan bahwa Kawasan Wisata Kersik Kerbangan sebentar lagi juga akan di-launching karena sudah dibangun secara masif dalam dua tahun terakhir,” kata Sumardi, Kamis (9/7/2026)

Ia menjelaskan, Kutai Barat selama ini dikenal sebagai salah satu habitat anggrek hitam atau Black Orchid. Potensi tersebut menjadi salah satu identitas daerah yang akan terus diperkuat melalui pengembangan Kersik Kerbangan sebagai destinasi wisata berbasis keanekaragaman hayati.

Diharap Menjadi Magnet bagi Wisatawan

Menurutnya, keberadaan kawasan wisata baru tersebut diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan, selain destinasi yang sudah lebih dahulu populer seperti Jantur Inar, Jantur Mapan, hingga kawasan Gunung Es yang menjadi daya tarik wisata alam Kubar.

“Harapan kita ini juga menjadi salah satu daya tarik utama orang datang ke Kutai Barat di samping melihat Jantur Inar, Jantur Mapan, dan juga kawasan Gunung Es. Karena Kutai Barat ini dikenal dengan anggrek hitamnya atau Black Orchid,” ujarnya.

Sumardi menambahkan, Kersik Kerbangan dikembangkan sebagai alternatif destinasi yang tidak kalah menarik dibanding Kersik Luway. Pasalnya, Kersik Luway berada di kawasan yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), sehingga memiliki aturan pemanfaatan yang lebih khusus.

“Kita harapkan Wisata Kersik Kerbangan ini bisa viral, menyamai yang dulunya ada Kersik Luway. Karena Kersik Luway berada di kawasan BKSDA sehingga memiliki kekhususan, maka Kutai Barat membangun di sampingnya kawasan objek wisata Kersik Kerbangan yang tidak kalah menarik,” ucapnya.

Melalui pengembangan destinasi tersebut, Ia berharap dapat memperkuat posisi daerah sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Kaltim. Selain menawarkan kekayaan alam, Kersik Kerbangan juga diharapkan menjadi simbol komitmen daerah dalam mengembangkan pariwisata yang berpadu dengan pelestarian lingkungan. (Adv/Diskominfo Kubar)

BERITA TERKAIT