eksposisiborneo.com, Mahulu – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Suhuk, memastikan musim kemarau yang sempat melanda wilayah tersebut, tidak memberikan dampak signifikan terhadap distribusi barang maupun ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Menurut Suhuk, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan dengan berkoordinasi bersama para camat, termasuk di wilayah yang selama ini bergantung pada jalur sungai sebagai akses distribusi logistic, seperti di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.
“Beberapa waktu lalu memang sempat terjadi kemarau. Kita coba berkoordinasi dengan Pak Camat Long Apari, dari hasil pemantauan beliau puji Tuhan stok kita masih ada,” kata Suhuk, Selasa (21/7/2026).
Ia mengatakan, distribusi barang kini mulai kembali normal setelah hujan turun di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut turut membantu kelancaran aktivitas transportasi yang sebelumnya sempat dikhawatirkan terdampak surutnya debit air sungai.
“Sudah dibantu juga dengan masuknya musim hujan, sehingga akan kembali lancar lagi. Memang kemarin tidak berimbas secara langsung, karena kemaraunya tidak terlalu panjang,” ujar Suhuk.
Pembangunan Infrastruktur Jalan sangat Dibutuhkan
Meski demikian, ia mengakui pembangunan infrastruktur masih menjadi tantangan dalam meningkatkan konektivitas menuju wilayah pedalaman Mahakam Ulu. Keterbatasan anggaran daerah membuat pembangunan jalan dilakukan secara bertahap.
“Harapan kita terus menggenjot pembangunan yang ada di sana. Memang sekarang kita agak terbatas dengan anggaran karena masih fokus di dalam kota untuk memenuhi jalan akses,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dapat memberikan dukungan anggaran agar pembangunan infrastruktur dapat menjangkau kawasan hulu yang hingga kini masih membutuhkan akses transportasi lebih memadai.
“Mudah-mudahan ke depan bisa dibantu oleh provinsi dan APBN. Memang sudah ada yang masuk, tetapi masih sampai di daerah ibu kota. Harapannya tahun depan bisa masuk ke dua kecamatan di hulu,” ujar Suhuk.
Suhuk menegaskan, peningkatan konektivitas menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena dinilai berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang, mempercepat mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut. (Adv)


