eksposisiborneo.com, Kubar – Kabut asap kembali dirasakan warga di sejumlah wilayah Kutai Barat (Kubar), Sabtu (3/10/2026). Kondisi tersebut mulai mengganggu jarak pandang dan kenyamanan warga saat berkendara.
Anton Sujarwo, warga Sumber Sari mengatakan, kabut asap mulai terlihat saat dirinya pulang dari Tering. Menurutnya, jarak pandang di perjalanan cukup terganggu.
“Cukup mengganggu sih. Ini tadi habis dari Tering, jarak pandang juga sudah gak terlalu jauh lagi seperti kondisi normal biasanya,” kata Anton.
Hal serupa dirasakan Adi, warga Barong Tongkok. Ia mengatakan kabut asap yang terlihat sejak Sabtu pagi cukup pekat hingga membuat matanya terasa perih saat berkendara.
“Ya, hari ini kabut asapnya cukup pekat. Berkendara mata terasa perih,” ujar Kusmas Riadi.
Terdapat 116 Kejadian Karhutla di Kubar
Kabut asap yang kembali dirasakan warga tidak hanya berkaitan dengan karhutla di Kubar. Kondisi udara di wilayah ini juga dapat dipengaruhi asap kiriman dari daerah lain. Sebelumnya, BPBD Kutai Barat menyebut asap dari wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), termasuk Murung Raya yang berbatasan dengan Kubar, turut memengaruhi kondisi udara di Kubar.
Di Kutai Barat sendiri, BPBD Kubar sebelumnya mencatat terdapart 116 kejadian karhutla, dengan luas lahan terbakar mencapai 696,7 hektare hingga 7 September 2026.
Karhutla juga masih ditangani hingga akhir September. Pada 29 September, tim gabungan memadamkan kebakaran lahan di Kampung Keay, Kecamatan Damai. Api berada di kawasan lahan gambut dan ditangani BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, kepolisian serta unsur terkait lainnya.
Kondisi tersebut membuat kabut asap masih menjadi persoalan yang dirasakan warga. Gangguan paling terasa bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, terutama pengendara ketika jarak pandang mulai berkurang. (eb/002)


