eksposisiborneo.com, MAHULU : Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), bersiap menyambut sekitar 3.000 tamu dan peserta Festival Hudoq Pekayang pada 20-22 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang pelestarian tradisi masyarakat Dayak Bahau sekaligus peluang memperkenalkan budaya daerah kepada pengunjung.
Camat Long Pahangai, Thomas Ding mengatakan, panitia di Kampung Long Pahangai II terus mematangkan persiapan untuk memastikan pelaksanaan festival berjalan baik.
“Hingga kini panitia di Kampung Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai, terus mematangkan persiapan karena kami ingin pelestarian budaya yang masuk kalender nasional ini sukses di semua aspek,” ujar Thomas.
Festival tersebut mengangkat tema “Hudoq Pekayang: Antara Manusia, Alam dan Tradisi sebagai Penjaga Warisan Budaya Leluhur”. Sebanyak 13 kampung di Kecamatan Long Pahangai dipastikan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Thomas menilai, keterlibatan seluruh kampung memperlihatkan kuatnya hubungan sosial masyarakat di kawasan hulu Mahakam.
“Kehadiran peserta dari seluruh kampung menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa. Hudoq Pekayang bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wujud nyata ikatan persaudaraan antarwarga di kawasan hulu Mahakam,” ujarnya.
Rangkaian festival mencakup prosesi adat, parade budaya, pertunjukan kesenian, musyawarah adat, permainan tradisional, serta bazar produk usaha mikro, kecil, dan menengah.
Musyawarah adat dijadwalkan berlangsung di Lamin Adat Umaq Beluaq pada hari kedua. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi, sekaligus membahas pelaksanaan kegiatan adat pada tahun berikutnya.
Panitia mengandalkan anggaran dari APB Kampung Long Pahangai II, serta dukungan sponsor dan masyarakat. Festival tersebut diharapkan turut menggerakkan pariwisata budaya dan ekonomi kreatif di wilayah perbatasan. (eb/HH)


