eksposisiborneo.com, PALANGKA RAYA : Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, meminta 668 lulusan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), mengamalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan yudisium dan wisuda Program Pascasarjana XIV, Sarjana XXXVII, serta Diploma XXVI Tahun 2026 di Palangka Raya, Minggu (11/10/2026).
Sebanyak 668 lulusan berasal dari jenjang magister, sarjana, dan diploma. Pelaksanaan wisuda dibagi selama dua hari, yakni 335 lulusan pada Minggu dan 333 lulusan lainnya pada Senin.
“Lulusan harus bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Ilmu yang didapatkan selama kuliah harus terus dikembangkan dan menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat,” kata Agustiar.
Gubernur juga mengingatkan para lulusan agar tidak cepat berpuas diri setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka diharapkan terus belajar, berani mencoba hal baru, dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
“Lulusan perguruan tinggi harus mampu menjaga adab, bersikap bijaksana, dan tidak mudah tersinggung ketika berinteraksi dengan masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan akademik, penguatan karakter menjadi bekal penting untuk menghadapi kehidupan sosial yang terus berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMPR, Muhamad Yusuf mengatakan, lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab intelektual untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan pemikiran terbuka.
“Persoalan sosial harus dipandang sebagai tantangan yang perlu dipahami dan dicarikan solusi, bukan dihindari. Karena itu, lulusan UMPR diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, bersikap toleran, serta menyesuaikan diri dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Untuk diketahui, Kampus tersebut memiliki lebih dari 40 program studi dan belasan fakultas, dengan tiga kampus utama di Palangka Raya serta kampus lain di sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah.
Tantangan berikutnya ialah memastikan para lulusan dapat menerapkan kompetensinya dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. (eb/05/Antara)


