Abram: Potensi PAD dari Pajak Kendaraan Bermotor Cukup Besar

By eksposisi borneo Nov 21, 2025
4
Plat Kendaraan
Anggota DPRD Kutai Barat, Abram Christ Ernez. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar: DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mendorong percepatan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) terkait penggunaan pelat kendaraan lokal sebagai strategi memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah ini dianggap penting di tengah adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang mulai berdampak pada kemampuan fiskal daerah.

Anggota DPRD Kubar, Abram Christ Ernez, menjelaskan bahwa pemotongan TKD membuat pemerintah daerah harus mencari sumber pemasukan alternatif yang lebih stabil. Salah satunya melalui optimalisasi pajak kendaraan bermotor dari perusahaan yang beroperasi di wilayah Kubar.

Menurut Abram, potensi pemasukan melalui sektor pajak kendaraan bermotor sangat besar. Banyaknya perusahaan perkebunan, pertambangan, dan sektor lainnya yang menggunakan kendaraan operasional menjadi peluang nyata untuk meningkatkan PAD jika dilakukan balik nama ke pelat daerah.

“Potensi pemasukan melalui sektor pajak kendaraan bermotor ini besar yah. Informasi dari Bapenda, karena mereka sudah berkoordinasi dengan UPTD PPRD Kubar, itu banyak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah kita ini,” kata Abram, Rabu (20/11/2025).

Ia menegaskan bahwa dengan melakukan balik nama ke pelat Kutai Barat atau Kalimantan Timur, manfaatnya akan sangat besar bagi daerah. Pajak yang selama ini mengalir ke luar daerah akan masuk ke PAD dan dapat digunakan untuk memperkuat pembiayaan pembangunan.

“Kalau kendaraannya dibalik nama ke Kubar, manfaatnya sangat besar dan bisa menambah PAD yang cukup banyak,” ujar politisi Gerindra tersebut.

Abram menilai Perda ini bukan hanya bentuk penertiban administratif, tetapi strategi fiskal yang harus segera diambil. Di tengah pemotongan TKD, Kutai Barat tidak punya pilihan selain memperluas sumber pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat.

Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan besar di Kubar agar berkontribusi lebih nyata terhadap pembangunan daerah. Dengan mengalihkan pelat kendaraan operasional ke pelat lokal, perusahaan sekaligus ikut memperkuat ketahanan fiskal daerah. (eb/Adv/DPRD Kubar)

BERITA TERKAIT