Adrianus Minta Disdikbud Perkuat Pendampingan bagi Guru yang Belum Bersertifikasi

By eksposisi borneo Nov 29, 2025
3
sanggar tari
Anggota DPRD Kutai Barat, Adrianus. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar: Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Adrianus, mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memperkuat pendampingan bagi guru-guru yang belum bersertifikasi.

Ia menilai peningkatan kualitas dan profesionalisme pendidik harus menjadi agenda prioritas untuk memperbaiki mutu pendidikan di daerah.

Adrianus menegaskan bahwa sertifikasi merupakan indikator penting yang menunjukkan bahwa seorang guru memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional.

Dengan sertifikasi, guru juga berhak memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Politisi Partai Demokrat ini menilai bahwa pemerintah daerah harus memperluas jumlah guru bersertifikasi agar kualitas pendidikan Kutai Barat terus berkembang. Semakin banyak guru yang memiliki profesionalisme tinggi, maka semakin baik pula proses pembelajaran yang diterima peserta didik.

“Sertifikasi bukan hanya formalitas, tetapi pengakuan bahwa seorang guru benar-benar ahli dan profesional. Karena itu Disdikbud perlu mendampingi guru-guru yang belum bersertifikasi, sehingga mereka dapat memenuhi syarat dan akhirnya memperoleh haknya, termasuk tunjangan profesi,” ujar Adrianus kepada eksposisiborneo di Barong Tongkok, Sabtu (29/11/2025)

Ia menambahkan bahwa data peringkat pendidikan Kutai Barat yang berada pada posisi 9 dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, peningkatan kualitas guru adalah salah satu langkah paling strategis untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Adrianus menilai bahwa perbaikan kualitas pendidikan tidak boleh hanya dibebankan kepada guru. Pemerintah daerah, sekolah, serta masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik.

“Harus diselesaikan secara bersama-sama agar para guru dapat mengikuti sertifikasi tanpa hambatan administratif. Artinya guru-guru yang belum sertifikasi butuh dukungan pemerintah,” terangnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, Adrianus berharap semakin banyak guru di Kutai Barat dapat meraih sertifikasi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi para pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda di daerah tersebut. (eb/ADV/DPRD Kubar)

BERITA TERKAIT