eksposisiborneo.com, Kubar: Wakil Ketua DPRD Kutai Barat (Kubar), Agustinus, menegaskan bahwa Fraksi Golkar mendukung pembangunan infrastruktur, namun meminta evaluasi terkait proyek Jalan Bung Karno, jalur alternatif dari Simpang Ombau, Barong Tongkok menuju Linggang Bigung.
Menurut Agustinus, jalan nasional yang menghubungkan Barong Tongkok ke Linggang Bigung saat ini sudah dalam kondisi baik dan mulus beraspal.
“Jalan yang ada sekarang sudah sangat layak dan bisa dilewati masyarakat dengan nyaman. Jadi pembuatan jalan alternatif harus dievaluasi,” kata Agutsinus, Kamis (20/11/2025)
Jalan Bung Karno sendiri merupakan proyek yang sempat mangkrak sejak 2015 dan rencana dilanjutkan pada 2026. Agustinus menilai proyek ini penting, tapi prioritas perlu diberikan pada ruas-ruas jalan yang benar-benar rusak parah di Kubar.
Ia menambahkan, munculnya nada sumbang terkait sikap Golkar sempat menimbulkan kesalahpahaman.
“Bukan berarti kami menolak program pemerintah. Kami hanya ingin memastikan pembangunan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Fraksi Golkar, menurut Agustinus, mendukung perbaikan jalan yang membutuhkan perhatian segera, seperti ruas dari Simpang Raya, Barong Tongkok menuju Tugu Jam Thomas-Didik di Kecamatan Melak, yang kondisinya rusak parah dan mengganggu aktivitas warga.
“bicara jalan yang dari Simpang Raya, Barong Tongkok menuju Tugu Jam Thomas-Didik di Kecamatan Melak, itu kami sangat dukung sekali. Karena jalan itu memang rusak parah.
Tapi kalau bicara jalan bung karno, ya mohon di evaluasi dulu,” ujarnya.
Agustinus menekankan pentingnya prioritas dalam pembangunan jalan. Dana dan sumber daya sebaiknya difokuskan pada proyek yang berdampak langsung pada keselamatan, mobilitas, dan perekonomian masyarakat Kutai Barat.
Dengan penjelasan ini, Agustinus berharap publik memahami posisi Golkar: mendukung pembangunan, tapi tetap kritis dan memberi masukan konstruktif agar proyek Jalan Bung Karno tidak mengabaikan kebutuhan jalan yang lebih mendesak. (eb/Adv/DPRD Kubar)


