Akses Jalan di Bentian-Bongan Dinilai Masih Tertinggal

By eksposisi borneo Nov 14, 2025
7
Transisi Kepemimpinan
Anggota DPRD Kutai Barat, Henrik. (dok.eb)

eksposisiborneo.com, Kubar : Sejumlah kawasan pinggiran di Kutai Barat (Kubar) kembali mendapat sorotan karena kondisi infrastruktur dasarnya dinilai belum memadai. Anggota DPRD Kubar, Henrik, menilai masih banyak kampung yang tertinggal, terutama terkait akses jalan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Menurut Henrik, perkembangan wilayah pusat kabupaten tidak sepenuhnya dirasakan oleh kecamatan di pesisir dan pedalaman. Mobilitas warga di kawasan tertentu masih terhambat karena kondisi jalan yang rusak, sempit, atau belum tersambung secara layak.

“Masih banyak daerah yang sangat membutuhkan dukungan pemerintah, terutama untuk akses jalan,” kata Henrik, Jumat (14/11/2025).

Ia mencontohkan Bentian Besar, Siluq Ngurai, dan Bongan sebagai tiga wilayah yang sampai saat ini masih bergantung pada jalur darat yang kondisinya tidak stabil. Bahkan, beberapa kampung harus melalui rute panjang dan berisiko hanya untuk mengakses layanan dasar seperti kesehatan atau pendidikan.

Henrik menyebut persoalan jalan ini berdampak luas pada kegiatan ekonomi masyarakat. Distribusi barang menjadi lambat, biaya angkut meningkat, dan sejumlah potensi lokal tidak dapat berkembang karena akses keluar masuk sulit dijangkau.

“Pemerataan itu penting. Semua masyarakat di Kutai Barat harus merasakan dampak pembangunan,” ujarnya.

Ia menilai, pembangunan jalan bukan hanya membuka isolasi wilayah, tetapi juga menjadi kunci bagi peningkatan layanan publik. Dengan akses yang lebih baik, tenaga kesehatan, guru, hingga bahan logistik dapat menjangkau kampung-kampung terpencil dengan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, sektor wisata di beberapa kampung yang memiliki potensi alam sebenarnya bisa tumbuh lebih pesat jika didukung oleh infrastruktur jalan yang layak. Namun, sampai sekarang peluang tersebut belum banyak digarap karena kondisi akses belum memungkinkan.

Henrik meminta pemerintah daerah menyusun langkah percepatan khusus untuk memperbaiki kualitas infrastruktur di kawasan pinggiran. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh timpang antara wilayah kota dan kampung. (eb/Adv/DPRD Kubar)

BERITA TERKAIT